Tuban (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Djajang Nurdjaman, mengakui jika lini belakang skuadnya tampil kurang rapat saat dikalahkan Persipa Pati 1-3 di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Minggu (17/12/2023). Hal itu dikarenakan menurut Djajang, akibat banyaknya pemain inti yang absen di laga tersebut.
“Ada pengaruhnya, tapi saya sama sekali tidak menyalahkan pemain yang tampil pada hari ini, hanya secara tim kami tampil kurang baik,” ucap Djajang Nurdjaman.
Diakui Djajang, kekalahan yang dialami timnya memang bisa saja dampak dari para pemain inti absen. Meski begitu, sebagai pelatih, ia justru ingin melihat bagaimana kesiapan pemain pelapis yang selama ini belum pernah bertanding.
Untuk itu, kekalahan atas Persipa akan menjadi evaluasi. “Tentunya akan kami evaluasi, yang biasanya kami minim kemasukkan, tapi hari ini menambah tiga gol, tentunya ini diluar perkiraan dan harus kami perbaiki supaya tidak sebanyak ini,” paparnya.
Ia juga berharap pada pertandingan ke depan, hal seperti itu jangan sampai terulang lagi. Pihaknya juga meminta maaf kepada fans Persela. “Kami sudah maksimal, namun gol di menit awal, merubah konsentrasi pemain dan salah taktikal juga,” terang dia.
Para pemain, lanjutnya, sudah berusaha untuk bangkit. Namun gol ketiga memperburuk fokus pemain akibat kurang respeknya lawan yang harusnya terjadi bola fairplay. “Saya pikir itu suatu perbuatan fairplay yang kurang baik dari seorang pemain Persipa Pati. Namun, apapun itu kami kalah 1-3. Tapi kami akan berbenah lagi untuk menatap laga di 12 besar nanti,” pungkasnya. [ayu/kun]
![Banyak Pemain Inti Absen Jadi Alasan Pelatih Persela saat Dipermak Persipa 1-3 Pemain Persela Lamongan, Herman Dzumafo saat bertanding di Stadion Tuban Sport Center. [Foto:istimewa]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/12/image_6487327-4-e1705112833391-1024x681.jpg)





