Malang (beritajatim.com) – Hingga kini, industri pengadaan bahan bangunan masih jarang terjamah perkembangan teknologi.
Tumbuh dalam lingkungan pengusaha tak menjadikan Jordy Salim, pria asal Kalimantan ini terlena sebagai pewaris usaha.
Jordy, sapaan akrab alumni Corban University itu merevolusi dunia pengadaan bahan bangunan berdasarkan pengalamannya tinggal bersama kedua orang tua yang pernah berkecimpung di usaha toko bangunan.
Ia mengakui, awalnya merasa tidak tertarik dengan industri ini. Namun, Jordy melihat kesempatan yang belum pernah terpikirkan di dunia pengadaan bahan bangunan, yakni dengan menjadi penghubung antara supplier dan mitra toko bangunan dengan memanfaatkan teknologi.
“Pasar Indonesia tidak bisa semata-mata dibandingkan dengan pasar di China, In- dia, maupun Amerika Selatan dan Afrika. Banyak sekali karakteristik khas yang perlu di utamakan di daerah ribuan bahasa dan budaya Indonesia ini,” kata beliau.
Selain bekal pengalaman dari keluarga, Jordy juga sempat bekerja di tim Business Strategy di salah satu startup unicorn Indonesia, Gojek.
Dengan latar belakang tersebut, tidak serta-merta menjadikan Jordy ahli dalam berbisnis. Ia mengakui, masih ada kendala yang dialami dalam memimpin Tokban.
“Prioritisasi segala kegiatan dan juga objective utama perusahaan perlu dinilai se- cara berkala agar bisa memaksimalkan perkembangan suatu organisasi,” ucap Jordy.
Masih menjadi bagian dari pengusaha muda, Jordy memberikan pesan bagi generasi penerus yang hendak membangun bisnis sendiri untuk tetap teguh dan berjuang meraih apa yang sudah mereka mulai.
“Kuatkan hati, karena kalau kamu sudah mulai, kamu gak boleh berhenti, kamu su- dah harus selesaikan, sampai dimanapun tahap kamu merasa itu sukses, atau sudah berdampak untuk kepentingan pihak external maupun internal,” tutup Jordy.
===============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.
Amanda Egatya






