Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 25 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) An-Nibros I dan santri Al-Hasan, Kecamatan/ Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep melakukan penanaman mangrove di pesisir Pantai Sumber, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dan cegah abrasi.
Mangrove yang ditanam sebanyak 500 bibit. Aksi peduli lingkungan pesisir tersebut diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLHI) Kabupaten Sumenep.
“Aksi tanam mangrove ini untuk mengajarkan pada anak-anak agar peduli lingkungan hidup sejak dini. Lingkungan pesisir pantai harus diselamatkan dari abrasi,” kata Ketua PPLHI Sumenep, Abd Rahman, Selasa (12/12/2023).
BACA JUGA:Komplotan Curanmor Area UTM Bangkalan Ditangkap
Ratusan bibit mangrove yang ditanam tersebut merupakan bantuan Dinas Kehutanan Jawa Timur yang didistribusikan melalui Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korwil Jawa Timur Korda Madura Korlap Sumenep.
Distribusi bibit mangrove tersebut merupakan rangkaian kegiatan Festival Mangrove VI se-Jawa Timur pada 17 Desember 2023, yang dipusatkan di Lapangan Merdeka PT Garam, Kecamatan Kalianget. Bibit mangrove yang ditanam itu merupakan jenis rhizophora stylosa.
“Kami atas nama Yayasan Al-Hasan menyampaikan terimakasih kepada DPD PPLHI Sumenep dan FK3I yang telah melibatkan anak-anak didik kami dalam penanaman mangrove,” ucap
Ketua Yayasan Al-Hasan, K. Idris Ramli.
Sementara Korlap FK3I Sumenep, Fadel Abu Aufa mengatakan, penanaman bibit mangrove ini merupakan upaya mencegah abrasi pantai dan menahan terjangan ombak.
BACA JUGA:Mampu Lakukan Akad Kredit Untuk 2.312 Nasabah, Bank Jatim Pecahkan Rekor MURI
“Mangrove ini bisa menjadi tangkis laut alami yang ada di sepanjang pesisir Pantai Sumber, Desa Gedugan, Pulau Giligenting. Semoga masyarakat disini bisa membantu menjaga dan merawat mangrove ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan arahan cara menanam mangrove dan perawatannya, agar bibit mangrove bisa tumbuh dengan baik dan aman dari terjangan ombak.
“Cara tanamnya harus zig zag, biar tahan terhadap terjangan ombak. Selain itu, juga supaya mangrove bisa tumbuh bagus, sehingga menjaga ekologi pesisir pantai,” tandasnya. (Tem/Aje)






