Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang terhitung sudah 4 kali meraih juara umum pada ajang MTQMN (Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional). Terbaru UM harus puasa berada di urutan kedua pada MTQ MN ke XVII tahun 2023 di Universitas Brawijaya Malang. Atas prestasinya berturut turut UM optimis di 2025 terus unggul.
Meski begitu, UM tetap optimis meraih juara umum lima kali pada tahun 2025 mendatang. Pembina kafilah UM, Fery Fauzi mengatakan bahwa sebetulnya Kafilah UM bercita-cita itu meraih juara umum kelima secara berturut pada pelaksanaan MTQ MN 2023.
“UM ini adalah satu-satunya Universitas yang berhasil meraih juara umum MTQMN nasional 4 kali berturut-turut, mulai tahun 2013 hingga 2015. 2013 di Padang, 2015 di Jakarta, 2017 di Malang, dan 2019 di Aceh. Sebetulnya kami bercita-cita kami ingin meraih juara umum untuk lima kali secara berturut,” ujar Fauzi pada beritajatim.com, Selasa (12/12/2023).
BACA JUGA:Warga Blitar Diadili Gelapkan Uang Setoran PMI Surabaya hingga Rp958 Juta
Pembina Kafilah UM, menilai ajang ini kan dilaksanakan 2 tahunan sedangkan kegiatan lain seperti PKM atau Pimnas biasanya setiap tahun. Oleh sebab itu, MTQMN cukup prestisius dan banyak ditunggu karena diadakan tiap 2 tahun sekali.
“Kalau nanti 2025 tentunya target kami tetap ya kita ingin meraih juara. Tahun 2025 ini Insya Allah kita ikhtiarkan bersama-sama dengan seluruh civitas akademika dengan berbagai cara dan strategi. Ini menjadi satu bentuk komitmen kami sebagai universitas yang juga perhatikan kegiatan-kegiatan kereligiusan, tentu ini menjadi fokus juga,” ujarnya.
Terkait runner up kedua tahun 2023, Fery menerangkan persiapan kafilah UM sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2021, saat pandemi covid. UM saat itu sudah melaksanakan Seleksi Tilawatil Quran dan terbilang sangat siap untuk menyongsong gelaran MTQMN.

“Namun Allah berkehendak lain di tahun 2021 ditiadakan dan digeser, tahun 2022. Tahun 2022 sebetulnya sudah ada beberapa kampus yang siap menjadi tuan rumah yaitu yang Universitas Sriwijaya Palembang dan kedua Universitas Mataram NTB tapi kami kulang tahu terkait dinamika yang ada sehingga MTQMN 2022 juga ditiadakan,” kisahnya.
Tahun 2023 hampir saja MTQMN juga batal digelar karena satu dan lain hal. Awalnya tuan rumah Universitas Sriwijaya itu siap di tahun 2022, tetapi karena ada pergantian Rektor sehingga ada pergantian kebijakan. Sebelum akhirnya Universitas Brawijaya yang menjadi tuan rumah MTQMN 2023.
Disinggung terkait persiapan tahun 2025, saat ini pihaknya mulai mengidentifikasi bakat. Kemudian evaluasi terkait proses pembinaan kompetensi dan SDM kafilah UM, termasuk evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan MTQMN 2023 baik dari problem untuk ditemukan solusinya.
BACA JUGA:Kejari Tuban Ajak Pelajar SMA Melek Bahaya Korupsi
“Kemarin baru saja kami koordinasi dengan bapak WR 1, beliau menyatakan akan ada kuota 350 mahasiswa baru berprestasi tahun untuk penerimaan tahun 2024, bidang seni, keagamaan, dan olahraga. Ini menjadi hal membahagiakan dan tentunya kami akan memanfaatkan ini sebaik mungkin untuk mencari calon kafilah dari jalur mahasiswa baru berprestasi,” tutup pria bernama lengkap Moh. Fery Fauzi tersebut. (Dan/Aje)






