Malang (beritajatim.com) – Peduli dengan kesehatan, Ginanjar Widya Pamungkas sempat terpikir membuat aplikasi khusus untuk kesehatan.
Namun, paria yang memiliki background di bidang teknologi ini justru tak berhasil untuk mengembangkan aplikasi tersebut.
Setelah lulus kuliah dan sempat gagal membangun usaha rintisan teknologi, pria yang akrab disapa Ginan ini justru sempat menetap di Bandung selama satu tahun. Disana, ia bekerja sebagai freelance desainer web dan mulai mengumpulkan bekal untuk berbisnis.
“Setelah lulus kuliah, saya mengembangkan potensi saya. Sebagai pengembang aplikasi iya, sebagai pebisnis juga iya. Kemudian belajar dan bergabung dengan komunitas startup yang ada di Bandung,” ujar lulusan cumlaude Sistem Informasi Telkom University Bandung ini.
Setelah memiliki bekal yang dirasa cukup, Ginan kembali ke Jawa Timur dan bekerja di Malang. Sekitar dua tahun, ia mencoba bekerja ikut orang untuk bekerja di perusahaan manufaktur. Saat itu, ia dipercaya menjadi supervisor di bidang IT.
“Saat itu, saya juga sempat di switch karir. Saya diberi tantangan untuk berada di posisi analis manufaktur. Saya menikmati pekerjaan tersebut,” kata dia.
Di tengah-tengah kesibukannya bekerja, Ginan akhirnya bertemu dengan rekanan bisnisnya saat ini. Singkat cerita, ia kemudian bergabung dan Bersama-sama mengembangkan usaha di bidang kelor.
“Meskipun sebelumnya produk ini sudah ada, saya mencoba membantu mengembangkan produk. Saya berharap, bisa menciptakan hal yang bermanfaat bagi banyak orang sekitar,” sambung pria asal Probolinggo ini.
Baca Juga:
Moringa Good, Produk Kelor Asal Probolinggo Bernutrisi Mencegah Berbagai Penyakit
Selain melakukan pengembangan produk, ia juga berusaha untuk memperluas jejaring. Sehingga, bisnis yang dijalankan bisa terus bergerak dan memberikan inspirasi bagi orang lain.
“Wilayah Probolinggo jumlahnya sekitar 250 ribu jiwa. Saya ingin seluruh masyarakat disini memiliki opsi makanan yang lebih sehat dan merasakan manfaat positif dari produk saya. Serta, bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang,” kata Ginan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada anak muda agar tak mudah menyerah atau malas untuk belajar.
“Jangan malas untuk belajar. Capek tidak apa-apa, tapi jangan berhenti. Kehidupan itu tempat belajar seumur hidup,” pungkas Ginan.
==============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






