Malang (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) membeberkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024. DPT di Jatim sebanyak 31.402.842 orang. Generasi milenial dominasi DPT Pemilu 2024 di Jatim.
Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani menyebutkan bahwa DPT dari generasi milenial dengan rentan usia 23 sampai 43 tahun dominan di Jatim sebanyak 31% atau 9.615.106 orang. Kemudian disusul Gen X dengan rentan usia 44 59 Tahun.
“Sementara generasi z berusia antara 17 tahun hingga 27 tahun sebanyak 20 persen atau 6.386.634 juta pemilih. Sisanya 7% dari generasi pre boomer diatas 79 tahun sebanyak 2% dan pemilih generasi baby boomer rentan usia 60 tahun-78 tahun sebanyak 17% atau 5.344.220,” ungkap Rochani dihadapan peserta sosialisasi dan pendidikan pemilih pemilu 2024, KPU Jatim dan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Senin (11/12/2023) siang.
BACA JUGA:KPU Jatim Dorong Mahasiswa Malang Gunakan Hak Pilih
Dari total 31 juta lebih, Rochani menyampaikan bahwa pemilih perempuan masih lebih dominan sebanyak 15.907.282 orang, sementara DPT laki-laki hanya 15.495.556. Di Jawa Timur Tempat Pemungutan Suara (TPS) berjumlah 120.666, dari 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan, dan 8.494 kelurahan/desa.

“Untuk data DPT pemilu 2024 di Jawa Timur terbanyak dari Surabaya 2.218.586 pemilih dengan 8.167 TPS. Sementara paling sedikit dari Kota Mojokerto dengan jumlah pemilih 104.629 dari 394 TPS,” tutur Rochani.
Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim juga menyebut kategori pemilih dalam menggunakan hak pilih. Pertama, pemilih dalam DPT, yang menggunakan hak pilih pada TPS sesuai DPT. Kedua, pemilih DPTb, dengan ketentuan ada di DPT dan menggunakan hak pilih tidak di TPS asal (pindah memilih). Ketiga, pemilih DPK, artinya tidak ada di DPT, menggunakan hak pilih di TPS sesuai alamat pada pukul 12.00 – 13.00.
“Kami juga ramah disabilitas, terbukti dengan adanya daftar pemilih disabilitas di provinsi Jawa Timur. Disabilitas intelektual sebanyak 7.963 orang, wicara sebanyak 16.540 orang, netra sejumlah 17.444 orang, disabilitas mental 41.016 orang, dan fisik sebanyak 72.321 orang,” tutup Rochani. (Dan/Aje)






