Blitar (beritajatim.com) – Mendekati akhir tahun 2023 ini, sejumlah proyek di Kabupaten Blitar saat ini tengah kebut atau mempercepat pengerjaannya. Hal ini dilakukan agar proyek-proyek tersebut bisa selesai tepat waktu sesuai target dan tidak sampai lompat tahun.
Salah satu yang benar-benar tangah dikebut pengerjaannya adalah proyek jembatan Subali di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Setelah proses pembebasan lahan dan ganti rugi selesai, saat ini proses pengerjaan proyek jembatan senilai 10,5 Miliar rupiah itu tengah dikebut.
Pihak kontraktor diminta untuk segera melakukan pemasangan rangka baja yang tiba. Dengan pemasangan rangka baja ini, maka progres proyek Jembatan Subali bisa meningkat drastis hingga 60-70 persen dari progres pengerjaan sekarang masih mencapai 25 persen saja.
BACA JUGA:Madura United Turunkan 6 Pemain Asing Hadapi Barito Putera
“Bahan rangka bajanya sudah sampai dan tinggal dipasang, kalau itu sudah dikerjakan maka progresnya bisa mencapai 60 persen, sehingga pengerjaan proyek Jembatan Subali ini bisa selesai tepat waktu,” kata Hamdan Zulfikri Kurniawan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Minggu (10/12/23).
Proyek jembatan Subali ini menjadi sorotan sejumlah pihak termasuk DPRD Kabupaten Blitar. Pasalnya proyek jembatan yang menghubungan Kecamatan Sutojayan dengan Desa Kedung bunder tersebut terkesan lambat atau lelet.
Maka dari itu Dinas PUPR Kabupaten Blitar terus meminta pihak kontraktor untuk mempercepat proses pengerjaan jembatan senilai 10,5 Miliar tersebut. PUPR Kabupaten Blitar sendiri masih optimis jembatan Subali akan selesai tepat waktu.
“Insyaallah masih bisa tepat waktu, karena kan semua sudah siap,” tegasnya.
Selain Subali, Dinas PUPR Kabupaten Blitar juga tengah mengebut pengerjaan proyek jembatan Lalo di Kecamatan Gandusari serta Jembatan Bululawang. Kedua proyek tersebut saat ini masih dikebut pengerjaannya oleh kontraktor.
Sejauh ini progres ke dua jembatan tersebut sudah mencapai 80 persen. Pihak kontraktor pun diminta untuk segera menyelesaikan proyek ke 2 jembatan tersebut sebelum batas akhir.
BACA JUGA:Susul PAN, Gerindra Beri Rekom ke Khofifah Cagub Jatim 2024
“Ada pula proyek kecil-kecil yang juga terus dikebut semua on proses agar bisa selesai tepat waktu,” imbuhnya.
Selain proyek jembatan, Dinas PUPR Kabupaten Blitar juga tengah mengebut pengerjaan pengaspalan hotmix jalan. Total ada 60 ruas jalan di Kabupaten Blitar yang tengah dilakukan pengaspalan hotmix.
Proyek pengaspalan jalan ini juga dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2023. Dinas PUPR pun meminta agar pengerjaan ini bisa selesai tepat waktu, karena jika molor maka Kontraktor akan diberikan tambahan waktu 50 hari pengerjaan serta denda yang terus berjalan setiap harinya.
“Sesuai aturan jika molor dari target maka akan diperpanjang 50 hari jika masih molor dan kontraktor masih sanggup maka juga akan diberikan tambahan waktu 50 hari lagi plus denda berjalan,” tegasnya.
Yang masih diragukan adalah soal kualitas. Saat proyek dikerjakan dengan terburu-buru mungkinkah kualitas bangunan tersebut tetap baik.
DPRD Kabupaten Blitar pun meminta agar pihak kontraktor dan Dinas PUPR tetap mengawasi kualitas bangunan. Pasalnya proyek yang dikerjakan ini berkaitan langsung kepada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Yang terpenting adalah kualitas, kalau soal molor dan tidak molor itu kan kayaknya sudah menjadi hal lumrah, tapi kualitas tidak boleh dikesampingkan,” kata kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto. (Owi/Aje)






