Blitar (beritajatim.com) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Blitar berduka. Dua siswanya meninggal dunia tertabrak Kereta Api Penataran usai ujian madrasah pada Senin (4/12/2023).
Dua siswa tersebut adalah Ahmad Soleh Ginanjar (18) asal Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, serta Muhamad Frederic Rahmadani asal Desa Jajar, Kecamatan Selopuro.
Kapolsek Wlingi, AKP Eko Prasetyo Sanusi mengatakan, kecelakaan Kereta Api Penataran dengan sepeda motor honda Vario bernomor polisi AG 3854 OBJ, terjadi pukul 10.15 WIB. Peristiwa nahas tersebut berlangsung saat kedua korban pulang dari sekolah usai mengikuti ujian semester.
Diduga korban terburu-buru, hingga akhirnya kurang konsentrasi saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
“Kedua korban melintas dari selatan ke utara, sementara kereta dari barat ke timur, karena jaraknya yang terlalu dekat terjadilah kecelakaan itu, korban terseret sekitar 30 meter,” jelas Eko, Senin (4/12/2023).
BACA JUGA:
PAD RSUD Mardi Waluyo Blitar Rendah, DPRD: Perlu Inovasi
Kedua murid yang duduk di bangku kelas XII MAN itu pun meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kedua korban langsung dievakuasi oleh anggota Polsek Wlingi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.
Sebelum kejadian, para korban sebenarnya sudah diperingatkan oleh sejumlah warga di sekitar perlintasan kereta api. Namun kedua korban tetap saja melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya tertabrak KA Penataran yang melintas.
“Kedua korban terseret sekitar 30 meter an, kondisinya meninggal dunia di lokasi kejadian,” tegasnya.
Lokasi kejadian kecelakaan sendiri memang tidak berpalang pintu. Di lokasi perlintasan hanya ada alarm peringatan KA namun kondisinya juga tidak berfungsi.
Di sekitar lokasi juga terdapat warung kopi yang biasa dibuat nongkrong oleh para siswa. Para murid tersebut selalu melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut jika ingin nongkrong di warung kopi yang berada tidak jauh di rel.
BACA JUGA:
Kurang 2 Pekan, Proyek Pembangunan Alun-alun Blitar Masih 75 Persen
Kondisi tersebut pun tentu membahayakan. Jika lengah atau tidak berkonsentrasi maka taruhannya adalah nyawa.
“Iya tidak berpalang pintu, arus lalu lintas di lokasi cukup ramai, tadi kami usai kejadian langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas,” tutupnya.
Kasus ini pun kini masih ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Blitar. Warga dan para murid pun diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. [owi/beq]






