Blitar (beritajatim.com) – Memasuki awal musim hujan, bencana alam tanah longsor sudah mulai terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Kali ini bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.
Tebing setinggi lebih dari 5 Meter longsor dan menutup akses jalan penghubung antara Desa Jambepawon dengan Jamberejo. Jalan yang menjadi akses utama warga tersebut tertutup material tanah dan batuan setebal 1 meter.
Akibat kejadian tersebut akses jalan tersebut pun tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sejumlah kendaraan yang hendak menuju desa Jambepawon pun harus dialihkan ke jalur alternatif di Desa Sidorejo.
Baca Juga: Daftar UMK Seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim 2024, Bojonegoro Cuma Naik Rp92 Ribu
“Tim sudah di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor, agar segera bisa dilalui kendaraan,” kata Ivong Bettryanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Sabtu (02/12/23).
Peristiwa ini terjadi setelah wilayah Kecamatan Doko Kabupaten Blitar diguyur hujan deras sejak pagi hingga malam hari. Derasnya hujan yang terjadi membuat tebing setinggi 5 meter di jalan Jambepawon longsor.
Selain intensitas hujan yang tinggi, tanah di lokasi tersebut juga labil. Sehingga ketika hujan datang tebing tersebut langsung longsor.
Baca Juga: Wartawan Pasuruan Didatangi Saat Malam Hari, Danramil Gempol Klarifikasi
“Untuk arus lalu lintasnya dialihkan ke melalui Desa Sidorejo, tapi segera bisa dibersihkan oleh petugas yang ada di lokasi,” tegasnya.
Petugas BPBD Kabupaten Blitar dibantu warga telah melakukan pembersihan material longsoran tebing. Dengan alat seadanya warga dan petugas BPBD terus membersihkan material longsor.
“Sudah dilakukan pembersihan di lokasi longsor, sudah bisa dilalui oleh kendaraan,” tutupnya. (owi/ian)






