Banyuwangi (beritajatim.com) – Bangunan bersejarah Asrama Inggrisan Banyuwangi akan mulai direvitalisasi tahun 2024. Kementerian PUPR akan menangani langsung proses pengerjaannya.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Kementrian PUPR yang telah mendukung pembangunan di Banyuwangi. Revitalisasi Asrama Inggrisan, akan memperkuat daya tarik pariwisata di area Kota Banyuwangi, dan tentunya ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dalam revitalisasi tersebut.
“Kami juga berterima kasih secara khusus kepada jajaran TNI AD yang telah mendukung percepatan Asrama Inggrisan untuk menjadi kawasan wisata heritage,” imbuhnya.
Baca Juga: Data Pemilih KPU Bocor Rentan Turunkan Kepercayaan Publik
Selama ini, kata Ipuk, Banyuwangi banyak mendapat program pembangunan dari pemerintah pusat. Mulai sarana prasarana infrastruktur jalan, sanitasi lingkungan, hingga revitalisasi Agro Wisata Tamansuruh (AWT).
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan daerah. Tidak hanya sektor pariwisata, bahkan pengelolaan sampah di Banyuwangi juga mendapat dukungan serta bantuan dari Kementrian PUPR,” kata Ipuk.
Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR Essy Asiah mengatakan Kementrian PUPR mendapat tugas melakukan sejumlah pembangunan di Banyuwangi. Di antaranya Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.
Baca Juga: Siaga Musim Hujan, Disdik Lamongan Terbitkan Surat Edaran
“Kementrian PUPR berkomitmen mendukung pembangunan yang bisa mendorong kemajuan ekonomi daerah. Di Banyuwangi, di antaranya kami akan merevitalisasi Asrama Inggrisan,” ujar Essy.
Essy melanjutkan, pembangunan Asrama Inggrisan akan tetap mempertahankan fasad bangunan aslinya. Karena arsitektur gedung yang sudah ada sejak jaman penjajahan tersebut merupakan bangunan heritage yang menjadi bagian cagar budaya daerah.
“Asrama Inggrisan akan dibangun dengan konsep wisata edukasi. Semua bangunan hanya akan direvitalisasi tanpa mengubah bentuk, karena Asrama Inggrisan juga merupakan bangunan cagar budaya daerah. Di lokasi tersebut akan dilengkapi dengan museum, hotel, hingga meeting point,” terangnya.
Baca Juga: Kronologi Kasus Anak Aniaya Bapak di Mojokerto, Polisi: Korban Dipukul Kursi dan Terjatuh
Asrama Inggrisan adalah salah satu bangunan cagar budaya di Banyuwangi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1776. Gedung itu kemudian diambil alih British East India Company-Kantor Dagang Inggris pada abad 18. Tempat ini lantas dijadikan kantor kabel jaringan telegram bawah laut yang menghubungkan Eropa hingga Australia.
Dr. Thor Kerr dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga telah melakukan riset tentang keterkaitan Banyuwangi dan Australia masa itu, dan salah satu jantung aktivitasnya adalah di Asrama Inggrisan. (rin/ian)






