Tuban (beritajatim.com) – Pemkab Tuban melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar succes story Lomba Inovasi dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, Rabu (29/11/2023) di Kayu Manis Resto.
Adapun beberapa peserta yang menjadi pemenang dalam inovasi tersebut mendapatkan penghargaan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana. Lomba yang digagas Dinkes P2KB Tuban ini dengan tema Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Juara pertama lomba inovasi dan replika pelayanan publik ini adalah RSUD dr. R. Koesma dengan inovasi Butik Asi (Ibu Cantik dengan ASI Eksklusif). Lalu, juara dua diraih Dinkes P2KB dengan inovasi Canting Besi (Cegah Stunting dengan Benahi Stunting) dan juara ketiga Puskesmas Merakurak dengan inovasi Ceting Mening (Cegah Stunting dengan Gerakan Menu Isi Piringku).
Budi Wiyana menyampaikan arahan dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, yakni agar selalu komitmen menekankan penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab insan kesehatan.
“Perlu adanya dukungan keterlibatan semua pihak hingga tingkat rumah tangga. Sehingga, hari ini kami sampaikan terima kasih atas kepedulian dan perhatian insan kesehatan yang senantiasa berinovasi berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” ucap Budi Wiyana.
BACA JUGA: Bupati Tuban Targetkan Angka Stunting Turun 17% Akhir 2023
Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan menjadi terobosan dan solusi alternatif terkait pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tuban. Pihaknya berharap, inovasi tersebut dapat langsung diterapkan di unit kerja masing-masing.
Selain itu, inovasi yang dikembangkan dapat disebarluaskan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Diharapkan, pengembangan inovasi tersebut dibarengi dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta upaya percepatan penanganan stunting.
“Mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendongkrak Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) serta angka harapan hidup,” pungkasnya. [ayu/suf]






