Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperbaiki akses jalan di sekitar sekolah dasar negeri yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Perbaikan sejumlah gedung sekolah yang rusak juga akan dilakukan pada 2024.
Hal ini dikemukakan Bupati Hendy Siswanto, usai memimpin apel upacara HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di alun-alun Jember, Rabu, (29/11/2023). “Di Bandealit, kawasan Meru Betiri, ada SD Negeri 03 Andongrejo di ujung dekat pantai. Mulai dulu, sejak ada sekolah itu, sampai hari ini, jalan di Bandealit tidak nyaman sama sekali dan jauh dari layak,” katanya.
“Hari ini kami mulai melakukan pembangunan sepanjang 13-14 kilometer. Pada 2023, kami kerjakan kurang lebih satu kilometer. Sisanya pada 2024,” kata Hendy.
Hendy juga ingin internet bisa menembus kawasan tersebut. “Di sana internet tidak bisa. Kurang delapan kilometer di titik pos jaga terakhir, internet tidak bisa masuk. Itu jadi pekerjaan rumah kami. Kami akan usahakan,” katanya.
“Tahun ini kami akan memperbaiki jalan dan tahun depan, termasuk memasang penerangan jalan umum. Jadi mereka bisa merdeka menikmati hasil pembangunan,” kata Hendy.
Selain akses jalan dan internet di sekolah terpencil, Pemkab Jember mempunyai pekerjaan rumah perbaikan gedung sekolah yang rusak. “Sejak 2021 ada sekitar 400 lebih gedung sekolah yang rusak. Kami sedang mengatur anggaran. Kalau kami arahkan semua ke sektor pendidikan, (alokasi anggaran) sektor pendidikan kita sudah 20 persen. Kita harus bagi dengan sarana-prasarana lainnya untuk kepentingan umum,” kata Hendy.
Sembari menunggu perbaikan sekolah, Hendy meminta kepala sekolah untuk mengajak orang tua siswa bergotong royong menurunkan genteng dan material gedung sekolah yang rusak. “Gedung sekolah yang berisiko dibersihkan dulu,” katanya.
Lebih jauh, Bupati Hendy Siswanto mengingatkan esensi merdeka belajar dan merdeka mengajar. “Itu hal yang positif sekali, dan meningkatkan guru-guru penggerak. Kita memiliki banyak guru yang harus kita naikkan kompetensinya, sehingga mereka bisa lebih konkret dalam mendidik anak-anak kita. Guru harus kita dukung, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan,” katanya. [wir]






