Tuban (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky berkomitmen mensejahterakan guru honorer di Kabupaten Tuban.
Hal itu disampaikan dalam acara Sambung Rasa dan Sarasehan Pendidikan yang dilaksanakan di Graha Dwija PGRI Tuban, juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, Sekda Tuban, Budi Wiyana dan pimpinan OPD terkait.
Di Hadapan ratusan guru, Mas Lindra sapaannya menyatakan bahwa Pemkab Tuban terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer di Kabupaten Tuban melalui pengadaan PPPK formasi guru.
Baca Juga: Bayi Meninggal Usai SHK, Keluarga Demo Puskesmas Batang-batang Sumenep
“Pemkab Tuban terus melakukan pembaharuan data berkaitan dengan persebaran dan kebutuhan guru di Kabupaten Tuban,” ujar Mas Lindra.
Berdasarkan pendataan, menurut Lindra masih terdapat formasi guru yang belum dapat terserap PPPK, oleh karenanya Pemkab Tuban terus berkomitmen untuk membuka kesempatan bagi guru guna meningkatkan kesejahteraannya.
Sejalan dengan tujuan tersebut, guru diharapkan mampu untuk tertib administrasi agar mempercepat proses pendataan dan penyediaan alokasi formasi guru pada pengadaan PPPK.
“Pada tahun 2024 Pemkab Tuban telah mengalokasikan anggaran untuk kenaikan gaji guru honorer,” ucap dia.
Harapannya, dengan kenaikan gaji tersebut agar mampu meningkatkan semangat guru dalam memberikan bekal pendidikan bagi siswa.
Saat disinggung soal penerapan Sekolah dan Guru Penggerak di Kabupaten Tuban. Konsep Sekolah dan Guru Penggerak akan memberikan keluwesan bagi sekolah untuk mengembangkan potensi yang ada. “Kurikulum pendidikan tidak lagi hanya bersifat textbook, namun pembelajaran dapat diarahkan bersifat implementasi,” terang Lindra.
Ia menjelaskan, sejak 2021 Pemkab Tuban terus meningkatkan infrastruktur pendidikan dan sarana pendukung lainnya. Di samping itu, Lindra berharap para guru terus meningkatkan kompetensinya.
Baca Juga: Pendeta Merauke Ungkap Keluhan Layanan Kesehatan Minim, Ganjar Hadirkan Program Satu Desa Satu Faskes
Langkah tersebut dapat ditempuh melalui pendidikan formal maupun informal. “Peningkatan kualitas guru akan berimplikasi pada mutu pendidikan bagi anak di Kabupaten Tuban,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Tuban, Witono, memberikan apresiasi atas upaya Pemkab Tuban dalam menyelesaikan sejumlah permasalahan berkaitan dengan profesi guru yang ada di Kabupaten Tuban melalui Penyelenggaraan PPPK yang telah mampu menyerapkan banyak guru honorer di Kabupaten Tuban.
“Kurang lebih 2.600 guru honorer telah terserap menjadi PPPK. Capaian ini sudah sangat baik dibandingkan dengan Kabupaten lain,” ungkap Witono.
Selain itu, Witono menyampaikan bahwa PGRI Kabupaten Tuban siap mendukung Pemkab Tuban dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Tuban. Sebab, guru harus berperan aktif untuk pembangunan SDM di Kabupaten Tuban.
“Upaya yang ditempuh guru diharapkan mampu mendongkrak ikhtiar pemkab Tuban berkaitan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” pungkasnya. [ayu/ian]






