Jember (beritajatim.com) – Rumah Sakit Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera beroperasi tahun ini. Pengurus NU Cabang Jember berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu proses administrasi perizinan.
“Prosesnya sudah on the track, termasuk urusan izin-izin. Kami berterima kasih atas pendampingan dari pemerintah daerah. Izin-izin sudah keluar semua. Tidak ada yang menghambat. Kalau ada yang mengatakan ada hambatan, itu informasi dari mana? Itu menyesatkan,” kata Ayub Junaidi, ketua panitia pembangunan dan Wakil Ketua PCNU Jember, Sabtu (18/11/2023).
Ayub menegaskan, panitia tidak merasa ada upaya penghambatan terhadap pembangunan RSNU. PCNU Jember bahkan merasa terbantu, karena semua organisasi perangkat daerah terkait bergerak. “Jangan ada yang menyampaikan informasi menyesatkan. Tidak enak juga. Kami yang ada di dalam mengurusi ini tiap hari juga tidak ada masalah,” katanya.
“Proses (pembangunan RSNU) itu selalu didampingi, baik oleh Dinas Penaman Modal PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan Dinas Kesehatan. Kemarin malah Dinas Kesehatan mengecek lokasi. Semuanya bagus. Tidak ada masalah,” kata Ayub.
“Sebentar lagi sudah mau izin operasional. Sebentar lagi beroperasi. Insyallah tahun ini selesai semua. Tahun ini kami targetkan beroperasi setidaknya akhir tahun ini. Sekarang November, Desember sudah selesai,” kata Ayub.
Sebelumnya, dalam sidang paripurna kedua pembahasan Rancangan APBD 2024 di DPRD Kabupaten Jember, Rabu (15/11/2023), Retno Asih Juwitasari, juru bicara Fraksi Partai Nasdem berharap tak ada hambatan dari birokrasi dalam proses pembangunan RSNU. “Jangan sekali-kali ada aparatur yang coba menghambat, karena sekali lagi ini demi kepentingan umat,” katanya.
RSNU dibangun di atas lahan seluas kurang lebih lima ribu meter persegi dan peletakan batu pertamanya dilaksanakan di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Rabu (18/5/2022) sore. Bupati Hendy Siswanto didaulat menjadi penasihat panitia pembangunan rumah sakit tersebut. [wir]






