Pasuruan (beritajatim.com) – Guna memperkuat kebangsaan warga Kabupaten Pasuruan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan lakukan pengajian bersama warga. Pengajian ini dilakukan pada Jumat Pahing dengan tema Ngaji Kerukunan Kebangsaan.
Dalam kegiatan ini banyak diikuti oleh sejumlah warga dari Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Setidaknya ada puluhan orang yang datang dan mendengarkan pengajian Jumat Pahing.
Menurut Eddy Supriyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, dirinya mengajak sejumlah masyarakat untuk cinta kepada Indonesia. Dirinya mewanti-wanti bagi para jamaah agar selalu mengawasi anak-anaknya.
Baca Juga: Alat Pengasap Lele Inovasi UKWMS, Dongkrak Semangat Warga Morang Madiun Berwirausaha
“Kalau para orang tua gak perlu saya ceramahi, tapi saya mengingatkan untuk selalu menjaga dan mengawasi buah hatinya. Karena para anak merupakan sasaran empuk bagi sejumlah oknum pengedar narkoba,” kata Eddy.
Eddy juga mengatakan bahwa target para bandar narkoba tersebut saat ini mengincar para anak muda yang berada di desa-desa. Sehingga jika masa muda anak-anak sudah terpengaruh dengan narkoba maka masa depan bangsa akan berpengaruh buruk.
Selain mengingatkan para orang tua untuk menjaga anaknya, Eddy juga mengatakan bahwa pada tahun depan akan diadakan pemilihan umum. Sehingga Eddy mewanti-wanti agar seluruh masyarakat selalu menjaga keamanan dan kerukunan setiap masing-masing warga.
“Habis ini kan mau pesta demokrasi, jadi saya harap masyarakat selalu menjaga ketentraman meskipun berbeda pilihan. Sehingga pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar dan aman,” tambahnya.
Baca Juga: Alat Pengasap Lele Inovasi UKWMS, Dongkrak Semangat Warga Morang Madiun Berwirausaha
Pada kegiatan Ngaji Jumat Pahing ini juga dihadiri Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pasuruan Amak Baihaqi. Tak hanya itu sejumlah forkopimcam juga turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam pengajian Amak Baihaqi atau sering disebut Gus Amak mengatakan bahwa semangat Pancasila itu sangat penting dan harus tertanam dalam hati masing-masing masyarakat. “Kalau orang NU itu pasti paham Pancasila, karena setiap sila ada di pengajian,” jelasnya kepada jamaah. (ada/ian)






