Surabaya (beritajatim.com) – Mandi wajib merupakan bagian penting dalam praktik kebersihan dan ibadah dalam agama Islam. Bagi yang berhadas besar berikut tata cara melakukan mandi wajib.
Ada beberapa kondisi atau kejadian yang menuntut seseorang untuk melakukan mandi wajib, dan ini termasuk dalam prinsip-prinsip kebersihan dan ritual keagamaan yang diatur dengan ketat.
Berikut adalah beberapa kondisi yang memerlukan mandi wajib:
BACA JUGA:Fakhri Husaini Imbau Tak Kritik Berlebihan Timnas Indonesia
1. Berhubungan Suami Istri
Mandi wajib menjadi kewajiban setelah melakukan hubungan badan suami istri. Ini merupakan bagian dari kebersihan ritual dan tata cara yang diatur dalam Islam.
2. Mengeluarkan Sperma
Baik itu karena bersetubuh, mimpi bersetubuh (mimpi basah), atau situasi sejenisnya, mengeluarkan sperma memerlukan mandi wajib.
3. Meninggal Bukan karena Syahid
Mandi wajib diperlukan jika seseorang meninggal bukan dalam keadaan syahid. Ini adalah persiapan jenazah sebelum dimakamkan.
4. Selesai Masa Nifas
Wanita yang telah selesai masa nifasnya wajib mandi. Masa nifas adalah periode setelah melahirkan di mana wanita mengalami pembersihan.
5. Selesai Masa Haid
Setelah selesai masa haid, seorang wanita juga diwajibkan untuk mandi sebagai bagian dari kembali ke keadaan suci.
BACA JUGA:Ketua DPD RI Ingatkan Risiko Paylater ke Kesehatan Finansial
Fardhu Mandi Wajib
Selain kondisi-kondisi di atas, terdapat juga tiga hal yang dianggap sebagai kewajiban atau fardhu dalam melakukan mandi wajib:
1. Niat
Fardhu pertama dalam mandi wajib adalah berniat di dalam hati. Meskipun sebagian ulama berpendapat bahwa niat bisa hanya di dalam hati, ada yang menyatakan bahwa niat sebaiknya diucapkan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Ta’ala.”
2. Membasuh Seluruh Tubuh
Fardhu kedua adalah memastikan seluruh tubuh dibasuh, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
3. Menghilangkan Najis di Seluruh Tubuh
Fardhu ketiga adalah menghilangkan najis di seluruh tubuh. Ini melibatkan pembersihan menyeluruh untuk mencapai kebersihan.
Tata Cara Mandi Wajib
Tata cara mandi wajib melibatkan beberapa langkah yang harus diikuti dengan cermat:
– Berniat
Berniat di dalam hati dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah SWT.
– Persiapan Air
Pastikan air dapat menjangkau seluruh bagian tubuh.
– Pembersihan Tangan dan Kemaluan
Membasuh kedua telapak tangan sampai ke pergelangan tangan dan mencuci kemaluan hingga bersih.
BACA JUGA:Kejari Bojonegoro Periksa Kadinsos dan Bappeda Dugaan Penyimpangan Pengadaan Mobil Siaga Desa
– Berwudhu
Melakukan wudhu sebagaimana wudhu biasa.
– Membasuh Seluruh Tubuh
Menyiramkan air ke seluruh tubuh, mulai dari tubuh bagian kanan hingga kiri.
– Menghilangkan Najis
Menghilangkan najis di seluruh tubuh.
– Tertib
Melakukan semua langkah secara urut tanpa terlewat satu pun.
Dengan mengikuti tata cara mandi wajib sesuai aturan Islam, seseorang memastikan bahwa mereka menjalani ritual kebersihan dan ibadah dengan benar, sesuai dengan tuntunan agama mereka. Ini merupakan aspek penting dalam menjaga kesucian dan ketaatan dalam praktik keagamaan. (Fyi/Aje)






