Malang(beritajatim.com) – Ngalam Heritahe Run 2023 berlangsung meriah pada Minggu, (12/11/2023). Event internasional ini digelar oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
Pada tahun ini, kompetisi lari 10 kilometer ini tidak hanya diramaikan pelari lokal namun juga mancanegara. Setidaknya 900 peserta ikut meramaikan untuk berlomba mencari yang tercepat.
Ngalam Heritahe Run 2023 mengambil start rute Stadion Gajayana, Oro Oro Dowo – Galunggung – Pisang Candi – Kasin – Bareng dan kembali finish di Stadion Gajayana Kota Malang.
Salah satu pelari asal Prancis yang mengikuti Ngalam Heritage Run 2023, Habib mengungkapkan sejak 3 tahun terkahir, dia sering mengikuti kompetisi lari di berbagai negara. Untuk Ngalam Heritage Run dia tahu informasinya dari website..
Dalam ajang ini, dia berhasil mencapai finish dan meraih juara 2 Ngalam Heritage Run 2023. Untuk meraih finish di posisi kedua dia mengaku harus berjuang keras bersaing dengan pelari lainnya.
“Aku tadi tidak bisa konsisten menjadi yang terdepan di lintasan. Saat sudah melihat stadion (titik finish), jarak kami (dengan pelari juara 1) sekitar 500 meter baru aku mempercepat lari. Setelah mendekat 20 meter, 10 meter tetap tidak bisa juara 1,” ujar Habib.
Baca Juga:
Relawan Sapu jagad, Mesin Suara Prabowo-Gibran di Kabupaten Malang
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut antusias peserta Ngalam Heritage Run 2023 luar biasa. Sebab diikuti oleh pelari dari berbagai daerah dan berbagai negara. Even ini bisa menjadi ajang promosi wisata Kota Malang.
“Jadi ini fun run yang bukan hanya lari, tapi bagaimana bisa menikmati keindahan spot spot heritage yang dilalui peserta. Mereka bisa menikmati keindahan sambil berolahraga. Tentu ini sangat baik sekali karena mengolahragakan masyarakat dan mengenalkan wisata,” ujar Wahyu.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menegaskan Ngalam Heritage Run rutin digelar tiap tahun. Even ini digencarkan untuk membudayakan atau mengkampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga.
“Tentu ini juga untuk pengenalan Kota Malang yang harus terus dilakukan sampai dengan tingkat nasional dan dunia. Dari tahun ketahun antusiasnya juga mengalami peningkatan. Bisa jadi nanti akan kami tambah lagi kuotanya,” ujar Baihaqi. (luc/ted)






