Blitar (beritajatim.com) – Piala Dunia U-17 tahun 2023 resmi digelar di Indonesia. Dua pemain binaan sekolah sepak bola Blitar jadi kunci tuan rumah Indonesia saat meraih hasil imbang pada laga perdana kontra Ekuador yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (10/11/23) lalu.
Keduanya adalah Arkhan Kaka dan Riski Afrizal. Riski Afrizal, sang pemberi asis untuk gol Arkhan Kaka ke gawang Ekuador merupakan jebolan SSB Golden Soccer Academy (GSA) Kota Blitar. Saat menimba ilmu di SSB GSA itu, pemuda kelahiran Jombang tersebut kemudian terpilih untuk menjadi bagian dari PSSI Kota Blitar dalam ajang Piala Soeratin U-13 hingga 15.
Kerja keras yang ditunjukkan oleh Riski Afrizal pun membuahkan hasil manis. Usai mengantarkan PSSI Kota Blitar juara di Piala Soeratin U-13, Riski Afrizal kemudian mengikuti seleksi untuk Timnas U-16 tingkat Jatim.
Afrizal pun terpilih dan berhak melaju ke seleksi tingkat Nasional. Bakat dan kerja keras Afrizal ternyata mampu menyita perhatian Bima Saksi. Afrizal pun terpilih untuk masuk dalam skuat Timnas U-16 untuk ajang AFF.
“Kalau Afrizal itu malah jebolan SSB Golden Soccer Academy (GSA) Kota Blitar, kemudian ikut seleksi, lama itu seleksinya tapi alhamdulilah terpilih,” kata Totok Kiddariono, Tim Media Officer PSBK, Minggu (12/11/23).
Satu pemain lain yang juga asli jebolan dari Blitar adalah Arkhan Kaka. Arkhan Kaka merupakan jebolan SSB Tunas Muda Blitar dan Tim Junior PSBK Blitar. Anak muda yang lahir pada 2 September 2007 itu, memang sudah memiliki insting mencetak gol sejak ia kecil.
Tim Media Officer PSBK, Totok Kiddariono menjadi saksi betapa gacornya anak dari Purwanto Suwondo tersebut. Selama di PSBK Blitar pada tahun 2019 hingga 2021, Arkhan Kaka selalu menjadi top skor. Bahkan Arkhan Kaka sempat membawa PSSI Kota Blitar keluar sebagai juara di ajang Piala Soeratin U-13 Jatim pada tahun 2019 lalu.
“Memang dari dulu sudah gacor, insting mencetak gol nya sudah muncul sejak dulu mungkin juga warisan dari sang ayah yang juga penyerang,” kata Totok Kiddariono, Tim Media Officer PSBK, Minggu (12/11/23).
BACA JUGA:
Arkhan Kaka Sebut Timnas U-17 Semangat Jelang Lawan Ekuador
Bakat Arkhan Kaka pun tercium oleh pemantau bakat dari Tim PSSI. Saat itu Arkhan Kaka diminta datang ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan U-16 yang dipersiapkan untuk gelaran Piala AFF U-16.
“Dia (Arkhan Kaka) tidak ikut jalur seleksi tapi ada tim pemandu bakat yang memang sudah mengawasi bakat dari Arkhan Kaka sejak di PSBK,” imbuhnya.
Menurut Totok, sosok Arkhan Kaka bukan hanya pemain muda yang berbakat, namun juga pekerja keras. Arkhan Kaka juga merupakan pemain muda yang memiliki attitude yang baik.
Kerja keras yang terus dilakukan Arkhan Kaka pun membuahkan hasil. Di usianya yang masih menginjak 15 tahun, Arkhan Kaka bisa menembus skuat timnas dan membawa Indonesia juara di Piala AFF U-16 pada tahun 2022 lalu.
Kini Arkhan Kaka kembali mencetak sejarah, ia menjadi pemain pertama Timnas Indonesia yang mencetak gol di Piala Dunia U-17. Bukan main-main negara yang dijebol pemuda Kelahiran Blitar itu adalah Ecuador, yang merupakan runner up dari zona conmebol U-17.
BACA JUGA:
Presiden Jokowi Sebut Kerja Keras Pemain Timnas U-I7 Mengejutkan
“Meski sekarang bukan lagi pemain PSBK, namun kami sebagai warga Blitar ikut bangga atas apa yang ditorehkan Arkhan Kaka, apalagi dia binaan asli Blitar,” tutup Totok.
Arkhan Kaka kini tercatat sebagai pemain di Persis Solo. Sebelum bergabung dengan Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo), Arkhan Kaka sempat menjalani debut di liga profesional Indonesia bersama Bhayangkara FC.
Kini kedua pemain jebolan SSB Blitar itu menjadi tulang punggung Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17. Tentu besar harapan masyarakat Blitar terhadap keduanya, agar bisa membawa terbang jauh Timnas Garuda. [owi/but]






