Jakarta (beritajatim.com) – Aiman Witjaksono, juru bicara bakal capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menyampaikan adanya dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam pemilu 2024.
Menurut Aiman, dia mendapat informasi dari beberapa rekan di kepolisian yang merasa tidak nyaman dengan perintah dari atasannya untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
“Saya dapat info dari beberapa teman di polisi, mereka nggak suka karena disuruh oleh bosnya, nggak tahu ini bosnya sampai level mana ya, nggak disebut. Yang suruh untuk bantu atau arahkan menangin pasangan Prabowo Gibran, ini jelas,” ujar Aiman.
Aiman mengklaim bahwa informasi yang dia terima itu benar. Dia juga bilang bahwa dia tidak hanya mendapat informasi dari satu orang saja, tapi dari banyak orang, seperti saat dia meliput kasus Sambo.
“Ini nggak cuma satu, banyak yang kasih info ke saya. Kayak juga waktu kasus Sambo, saya juga dapat info dari dalam juga kan,” katanya.
Baca Juga:
Ketua Gerindra Jombang Dampingi Prabowo Silaturahmi di Tebuireng
Aiman yang kini berhenti sementara sebagai wartawan ini juga menyebutkan informasi yang sudah diberitakan oleh Harian Media Indonesia. Koran itu memberitakan bahwa ada dugaan oknum polisi yang terlibat dalam pemasangan baliho Prabowo-Gibran di seluruh Indonesia.
“Termasuk juga (info) dari luar. Ini juga saya dapat info dari dalam, apa yang kita lihat ya. Harian Media Indonesia, kemarin udah bilang bahwa pemasangan baliho Prabowo-Gibran dilakuin oleh sejumlah oknum polisi, itu disebutin oleh Harian Media Indonesia, silahkan dibaca di sana,” terangnya.
Aiman juga membongkar informasi yang sudah dia sampaikan sebelumnya. Sebelumnya, Aiman mengatakan bahwa dia mendapat informasi bahwa polres di seluruh Indonesia minta ke KPU dan Bawaslu untuk menghubungkan CCTV yang berkualitas HD dan ada suaranya ke polres setempat.
“Ini hal yang menurut saya luar biasa, walaupun menurut ketua KPU ini adalah MoU, tapi ada bahaya yang ada di situ. Apa yang saya lihat di situ, segala gerak-gerik aktivitas, dari penyelenggara maupun pengawas pemilu, yakni KPU di daerah dan juga Bawaslu di daerah, itu dimonitor oleh polres setempat,” ucap Aiman.
“Kalau tujuannya baik, bener, itu nggak ada masalah kayak tahun 2019, itu dilakuin setelah pencoblosan untuk awasin surat-surat, ini jauh sebelum masa kampanye, udah dilakuin hal itu, pertanyaannya ada apa?,” tambahnya.
Sebelumnya, ada beberapa baner yang ada gambar Ganjar Pranowo yang dicopot oleh petugas Satpol-PP di Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, Sabtu (11/11). Sementara di Jawa Timur, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Demokratis minta Bawaslu, Kompolnas, dan Komnas HAM untuk selidiki dugaan keterlibatan polisi dalam pemasangan baliho Prabowo-Gibran. (ted)






