Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki rencana untuk merevitalisasi pasar Banyuwangi. Rencana itu makin matang setelah beberapa penguatan yang dilakukan.
Di antaranya, setelah adanya dukungan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bahkan, Pemkab Banyuwangi juga telah bertemu dengan pelaku pasar atas rencana itu.
Pertemuan, antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan para pedagang pasar diselenggarakan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, pada Kamis malam (2/11/2023). Ipuk menjelaskan konsep pasar ke depan, pasar yang tidak hanya untuk tempat berbelanja harian, namun bisa menjadi destinasi wisata.
“Bila bangunan pasarnya menarik, tertata rapi, dan nyaman, pasti akan dikunjungi banyak orang, baik warga yang akan belanja, maupun berwisata. Tentu ini bisa menambah pendapatan pedagang,” kata Ipuk.
BACA JUGA:
Banyuwangi Gelar Wayangan Tiga Hari Tiga Malam Non-Stop
Selain itu, kata Ipuk, rencananya revitalisasi pasar Banyuwangi juga seiring dengan pembangunan kawasan bekas Kantor Dagang Inggris atau sering disebut Asrama Inggrisan. Sejalan, penggabungan dua lokasi menjadi pusat belanja dan wisata sejarah.
“Anggarannya sudah disiapkan, pelaksanaannya tahun depan (2024). Insyaallah lancar, mohon doa dan dukungan masyarakat,” kata Ipuk
Bupati Ipuk meyakini, revitalisasi pasar Banyuwangi akan memperkuat daya tarik wisata mengingat letak pasar induk ini berada tepat di jantung kota Banyuwangi.
“Harapannya, dengan revitalisasi ini akan meningkatkan kunjungan orang ke pasar. Sehingga pasar bisa benar-benar menjadi pusat perbelanjaan yang menjanjikan bagi para pedagangnya serta nyaman bagi para pembelinya,” kata Ipuk.
BACA JUGA:
Pemkab Banyuwangi Dapat Hadiah Rp 9,15 Miliar dari Kemenkeu
Bahkan, kata Ipuk, tim Kementerian PUPR telah datang dan melakukan survey terkait pelaksanaan revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi. Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Essy Asiah, telah memaparkan rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi kepada Bupati Ipuk.
“Pembangunannya akan tetap mempertahankan fasad bangunan asli, karena pintu gerbangnya adalah bangunan bersejarah,” kata Essy. [rin/beq]






