Surabaya (beritajatim.com) – Tidak kurang dari 1000 pemuda dijadwalkan bakal mengepung Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Surabaya besok, Selasa (07/10/2023).
Para pemuda tersebut berasal dari Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur. Dalam aksinya, IMM mengecam genosida yang dilakukan tentara zionis Israel terhadap masyarakat sipil di Palestina.
Ketua DPD IMM Jawa Timur, M. M. Firdaus Suudi mengungkapkan bahwa dalam aksinya besok pihaknya membawa beberapa tuntutan termasuk menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) adalah antek teroris dan tentara zionis Israel yang telah membunuh 9.000 warga sipil Palestina.
Baca Juga: Masih Pemantauan Pasca Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Lawu Belum Buka
“Kami mengecam segala bentuk penyerangan yang dilakukan oleh tentara Zionis. Kemudian, melakukan konsolidasi dan aksi perlawanan terhadap penjajahan Israel ke Palestina,” ungkap Firdaus Suudi.
Tuntutan lain yang akan disampaikan oleh IMM adalah memboikot segala bentuk produk yang diproduksi oleh Amerika Serikat. Hal ini karena Presiden AS, Joe Biden mengusulkan bantuan dana ke Israel sebesar USD 14 Miliar atau setara dengan Rp. 222 Triliun. Sebelumnya pun, saat kepemimpinan Barack Obama, AS menandatangani perjanjian untuk memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar USD 38 Miliar atau Rp. 546 Triliun pada 2017 – 2028.
“Maka dari itu, IMM juga turut mengecam perbuatan AS yang terlibat dalam serangan Palestina,” imbuhnya.
Baca Juga: Joget di Depan Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan, Tiktoker Minta Maaf
IMM berharap untuk dapat mengusir Kedubes AS dari Indonesia karena telah memberikan bantuan kepada Israel. Firdaus juga tak luput untuk memohon maaf kepada warga atau pengguna jalan yang terganggu saat aksi demo berlangsung.
“Memohon maaf kepada para warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi, kemungkinan ada arus lalu lintas yang tersendat,” kata dia.
Namun untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kondusifitas dan arus lalin di area demo. (ang/ian)






