Tuban (beritajatim.com) – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tuban menggelar rapat koordinasi rencana kegiatan tahun 2024, di ruang pertemuan Dinas Sosial, Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dan PMD Tuban, kamis (26/10/2023).
Koordinator Tagana Tuban, Zainuri mengungkapkan, rakor yang dilaksanakan hari ini yakni membahas 3 isu penting serta persiapan mengikuti Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kabupaten Jombang, lalu program Tagana di tahun 2024 serta persiapan memasuki musim penghujan.
“Termasuk Tagana juga menggagas isu tentang potensi sumber mata air di Kabupaten Tuban,” ucap Zainuri.
Ia menjelaskan, yang paling terpenting ialah persiapan menghadapi musim hujan yang sebentar lagi, sebab Kabupaten Tuban termasuk wilayah yang rawan datangnya banjir, serta cadangan sumber mata air yang semakin sedikit menjadi PR bagi pihaknya serta pemerintah.
Baca Juga: Berlanjut, Pemasangan Pipa yang Terbakar Imbas Karhutla Gunung Lawu Magetan
“Maka dari itu, kami melakukan asesmen terkait sumber mata air yang mengalir ke mana saja serta debit air berkurang atau bertambah itu karena apa,” tutur Zainuri.
Pria yang akrab disapa Zen ini berharap, setiap Kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Tuban memiliki sumber mata air yang melimpah, sehingga adanya asesmen yang dilakukan oleh Tagana dapat mengetahui data secara konkret sumber mata air yang masih mengalir dimana saja.
“Termasuk langkah kita, Tagana membuat investasi berupa pembibitan tanaman yang bisa menjadi penopang sumber mata air, seperti pohon panggang, pohon jambu dan pohon beringin,” paparnya.
Saat ditanya, faktor apa yang mempengaruhi wilayah Kabupaten Tuban menjadi rawan banjir, pihaknya menjelaskan, daerah rawan banjir yakn wilayah di bantaran Sungai Bengawan Solo seperti Kecamatan Widang, Soko, Rengel dan Plumpang, sedangkan di anak sungai bantaran Bengawan Solo yakni Kecamatan Parengan, Bangilan, Singgahan dan Montong.
Baca Juga: Progres Pembangunan Freeport Indonesia di JIIPE Gresik Capai 80 Persen
“Tapi sekarang daerah yang sebelumnya tidak rawan banjir malah banjir seperti Kerek, Tambakboyo, Semanding dan kota Tuban, faktornya ya karena kurangnya resapan air ditempat tersebut,” kata Zen.
Namun, saat ini beberapa wilayah seperti Kota Tuban drainase sudah banyak di perbaiki, sehingga sedikit mengatasi permasalahan banjir tersebut. Menurut Zen PR Kabupaten Tuban harus memiliki waduk yang bisa menampung air hujan, serta ketika dalam keadaan musim kemarau seperti ini Kabupaten Tuban masih cukup memiliki kebutuhan stok air yang melimpah.
“Dengan rencana program ini, semoga dapat mengurangi kekurangan air dengan investasi sumber mata air saat kekeringan dan dapat mengurangi dampak atau kerugian saat terjadi bencana banjir,” tambahnya.
Baca Juga: Bandit Curanmor Surabaya Dihajar Massa Hingga Patah Tulang
Lanjut, hasil analisis dan asesmen 4 tahun terakhir ini akan kita bukukan dan akan kita buat peta rawan bencana beserta datanya yang nantinya kita sodorkan kepada pembina kita Kepala Dinsos P3A serta PMD,” imbuhnya.
Sebab, menurutnya, agar Pemerintah dalam hal ini Pemkab Tuban bisa menentukan langkah-langkah kebijakan yang lebih mudah dalam penanganan dan menanggulangi dampak atau risiko jika terjadi bencana.
“Hampir semua wilayah di Kabupaten Tuban rawan banjir. Namun, banjir itu beda-beda, ada yang luapan, tanggul jebol, atau banjir bandang, semoga dengan perbaikan gorong – gorong dapat mengatasi jika sudah datang musim penghujan,” pungkasnya. [ayu/ian]
![Tuban Rawan Banjir, Relawan Tagana Gelar Rakor Sambut Musim Hujan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tuban saat menggelar Rakor. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/10/Taruna-Siaga-Bencana-Tagana-Kabupaten-Tuban-saat-menggelar-Rakor.jpg)





