Magetan (beritajatim.com) – Ratusan pelajar SMA/SMK di wilayah Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan diajak untuk mengindari serta mencegah radikalisme dan intoleransi.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan memberikan sosialisasi terkait bahaya radikalisme dan mengajak siswa-siswi mencegah intoleransi khususnya di kalangan pelajar.
Sosialisasi bertajuk Tebar Perdamaian dan Jaga Kebhinekaan itu digelar di Gedung Korpri, Jalan Basuki Rahmat Selatan Magetan pada Kamis (26/10/2023).
Dalam sosialisasi itu hadir pula Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Magetan Mutabbi’in yang memberikan materi Moderasi Beragama dan Pencegahan Radikalisme serta Mantan Penyintas Terorisme Ustadz Galih Aji Satria yang memberikan materi Dari Relawan Kemanusiaan Terjebak ke Gerakan Radikal-Terorisme.
BACA JUGA:
Petani Cabai Magetan Raup Untung dari ‘Pedasnya’ Harga
Kepala Bakesbangpol Magetan Chanif Tri Wahyudi, dalam sambutannya meminta para guru, tenaga pendidik, pelajar, dan anak bangsa di manapun berada untuk berani dengan tegas mencegah dan menolak paham intoleransi dan radikalisme jika ada indikasi mengarah ke sana.
“Saya minta harus selektif dalam mengundang penceramah dari luar lingkungan sekolah yang belum dipastikan arah ajaran agamanya. Jangan memberikan sedikit celah masuk untuk paham yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila,” kata Chanif.
Menurutnya, kelompok radikal tak hanya melakukan kaderisasi langsung. Melainkan, menyasar pendidikan dimana para generasi muda jadi sasaran empuk bagi radikalisme.
BACA JUGA:
APS Parpol Terpasang di Tempat Umum Magetan, Warga: Polusi Visual
“Dikhawatirkan para siswa terjebak radikalisme karena pengaruh media sosial. Para pelajar ini bisa mengakses medsos dengan mudahnya. Ini harus jadu perhatian dan agar selalu diingatkan agar tidak mengikuti akun-akun yang mungkin sjaa dikelola kelompok radikal,” lanjutnya.
“Penyebaran konten berita hoax, ujaran kebencian yang masif di media sosial, yang menyebabkan masyarakat setiap hari terpapar oleh konten-konten tersebut akibatnya muncul konflik di beberapa daerah. Perlu peran semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar untuk selalu waspada terhadap penyebaran radikalisme maupun intoleransi,” pungkas Chanif. [fiq/beq]






