Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya melakukan upaya untuk bisa menghentikan perilaku masyarakat buang air besar sembarangan (BABS).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan jamban sehat dengan menyasar rumah yang tidak memiliki jamban.
DLH Surabaya pun menargetkan pengerjaan itu rampung di November 2023 mendatang hingga selesai 8 ribu jamban. Untuk saat ini, sejak Januari hingga Oktober 2023. Pemkot telah mencapai mengerjakan sekitar 6 ribu lebih jamban
“Melalui program jambanisasi ini, tentunya untuk menekan resiko penyakit pada kelompok rentan, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Hebi saat dihubungi, Selasa (24/10/2023).
Hebi mengatakan bahwa di Surabaya tengah membangun jamban gratis sebanyak 11 ribu. Namun, pengerjaan tersebut dibagi dua.
Yakni 8 ribu titik pengerjaan dilakukan oleh DLH dan 3 ribu di antaranya dilakukan oleh Baznas Surabaya.
“Namun di luar 8 ribu yang sudah terdaftar program jambanisasi itu, masih ada lagi yang mendaftarkan sebanyak 1.500 warga. Dalam prosesnya kami berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya, serta pihak kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.
Tercatat program jamban sehat individu ini menyasar sejumlah wilayah di Surabaya utara, timur dan selatan. Tak hanya itu, Hebi menambahkan bahwa warga yang BABS tidak hanya didominasi warga di bantaran sungai. Tetapi kondisi terjadi juga di bantaran rel kereta api.
“Pembangunan ini dilakukan di wilayah. Seperti Penemon Kecamatan Sawahan. Di daerah utara ada Pabean, Semampir, Kenjeran. Yang banyak di wilayah utara,” ujar Hebi.
BACA JUGA:
Pemkot Surabaya Sediakan 6 Titik Shuttle Bus Menuju GBT
“Jadi ada warga yang sudah punya Water Closet (WC) atau toilet, namun saluran pembuangan kotoran tersebut langsung menuju ke sungai,” tambah Hebi.
Sementara diketahui dalam aturannya dilarang BAB langsung ke sungai, karena harus ditampung. Dengan jambanisasi ini, kata dia, tentunya merubah perilaku masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat. “Pendekatan dan edukasi di masyarakat juga sudah dilakukan,” pungkas dia. [asg/but]






