Malang (beritajatim.com) – Pemilu untuk Pileg dan Pilpres bakal digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. Saat ini sejumlah proses-proses tahapan Pemilu sudah berlangsung di KPU untuk Pileg maupun Pilpres.
Sebagai antisipasi terhadap potensi kerawanan yang mungkin muncul dalam tahapan inti Pemilu. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, hadir dalam Deklarasi Pemilu Aman Damai di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (21/10/2023).
Mereka ingin memastikan stabilitas dan keamanan menjelang pemilihan umum tahun 2024. Deklarasi ini sekaligus sebagai tanda kesepakatan antara elemen masyarakat dan organisasi dalam menjaga situasi aman dan damai menjelang serta selama Pemilu 2024.
“Saya berharap deklarasi damai ini dapat menjadi contoh yang digelorakan di seluruh wilayah. Apabila ini dilaksanakan di semua tempat, Insya Allah pemilu bisa berjalan dengan lancar, aman, menghasilkan hasil yang legitimate, dan yang terpilih nantinya benar-benar bisa mewujudkan visi Indonesia emas 2045. Ini adalah kerja bersama kita,” ujar Listyo Sigit.
Panglima TNI Laksamana Yudho Margono menginstruksikan seluruh jajaran TNI dan Polri di seluruh wilayah untuk bersama-sama menjalankan komitmen damai dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu menjadi kunci pemilu yang damai.
“Deklarasi damai kita laksanakan di seluruh wilayah ini menjadi langkah yang sangat bagus untuk menjaga agar pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan damai, aman, lancar, dan sejahtera. Kita sampaikan TNI dan Polri harus netral dalam pemilu, ini merupakan kunci utama kita bisa melaksanakan atau menjaga pemilu ini terlaksana dengan baik,” kata Yudo margono.
Adapun pembacaan ikrar pemilu damai diikuti perwakilan MUI, DMI, PW Muhammadiyah, PWNU, LDII, Kadin, HIPMI, APINDO, PWI, dan Aliansi Jurnalis Independent. Selain itu, ada juga perwakilan dari Asosiasi Kepala Desa, Ikatan Pencak Silat Indonesia, KNPI, Serikat Pekerja, Rumah Kebangsaan, Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Napiter, Cipayung Plus, KPU, Bawaslu, IDI, dan APLI.
Peserta deklarasi membacakan ikrar bersama yang berisi komitmen:
Pertama, mendukung dan membantu jajaran TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta mensukseskan pemilu 2024 yang aman dan adil. Kedua menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketiga menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengganggu jalannya pesta demokrasi. Keempat bersama-sama menangkal berita hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2024. (luc/kun)
BACA JUGA: Kapolri dan Panglima TNI Hadir Deklarasi Pemilu Damai Malang






