Gresik (beritajatim.com) – Untuk kesekian kalinya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik memperluas layanan administrasi kependudukan, atau aminduk di Pulau Bawean.
Selama 5 hari petugas Dispendukcapil akan membuka layanan jemput bola di dua kecamatan di Pulau Puteri tersebut. Masyarakat Bawean bisa melakukan pengurusan mulai dari cetak KTP, KK, KIA, Akta kelahiran/kematian, hingga penyelesaian data anomali.
“Program jemput bola Adminduk ini merupakan suatu terobosan dalam mewujudkan Gresik Satu Data. Dengan adanya satu data, maka berbagai layanan baik dari Pemkab Gresik maupun dari provinsi dan nasional bisa dengan mudah disalurkan secara tepat dan cepat,” ujar Wabup Gresik Aminatun Habibah, Minggu (15/10/2023).
Wabup perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, dirinya mencontohkan, program UHC yang sudah sukses berjalan di Kabupaten Gresik. Program kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis ini, memakai satu dokumen kunci yakni KTP atau KK.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Gresik Hari Syawaluddin menjelaskan, program jemput bola di Pulau Bawean ini untuk mempermudah masyarakat Bawean dalam melakukan kepengurusan Aminduk. Pasalnya, selama ini masih ada data-data masyarakat Pulau Bawean yang belum diperbaharui.
“Di Desa Sidogedungbatu misalnya ada 50 dokumen yang belum terselesaikan sejak bertahun-tahun. Ini sudah kami selesaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, jemput bola di Bawaan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab tidak perlu menyebrang ke Gresik namun layanan yang mendatangi masyarakat. Malahan pihaknya juga membuka layanan identitas kependudukan digital (IKD).
BACA JUGA:
Perbaikan Jalan di Pulau Bawean Tuntas Tahun 2023
Masyarakat didorong agar mendaftar IKD. Untuk mendaftarkan KTP Digital ini tidak membutuhkan waktu lama. Tinggal mengunduh aplikasi IKD di Playstore kemudian mengisi data diri. Setelah itu oleh petugas dilakukan verifikasi. Untuk prosesnya tidak lebih dari 15 menit.
“Saat ini dari 977.063 masyarakat yang wajib ber-KTP, tercatat baru ada 20.018 warga yang memiliki IKD. Jumlah ini tentunya masih sangat jauh lantaran ditargetkan seluruh masyarakat memiliki KTP digital,” pungkasnya. [dny/but]






