Gresik (beritajatim.com) – Potensi tanaman bonsai asal Gresik terus dikembangkan. Hal ini karena antusiasme masyarakat terhadap kontes tanaman kerdil ini sangat tinggi. Tercatat ada 250 bonsai, dan 50 sanseviera dipamerkan di Festival Tanaman Hias di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Eko Anindito Putro menuturkan, ada 250 bonsai, dan 50 sanseviera yang mengikuti kontes ini. Pesertanya pun beragam, ada yang dari Pasuruan, Kediri, hingga Solo. “Kontes ini diselenggarkan mulai 11 hingga 15 Oktober 2023. Beberapa tanaman ada yang dibandrol hngga ratusan juta rupiah,” tuturnya, Sabtu (14/08/2023).
Ia menambahkan, event ini merupakan kali kedua diselenggarakan di Kabupaten Gresik. Sebelumnya, festival tanaman hias diselenggarakan di Desa Karangandong, dan berjalan dengan sukses.
“Kedepan, event serupa akan terus dilakukan dalam upaya menggaungkan tanaman hias tropis Kabupaten Gresik. Dengan inisiasi bersama Kementerian Pertanian. Kami berharap mudah-mudahan pameran ini menjadi skala nasional dan dapat mengikuti pameran hingga internasional seperti di Tomohon Sulawesi Utara,” imbuhnya.
Sementara Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan pentingnya event tanaman hias sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Gresik.
“Gresik punya potensi yang sangat luar biasa, khususnya di sektor tanaman hias. Ada tiga kecamatan, yakni Kedamean, Wringinanom dan Driyorejo. Ketiganya punya sentral tanaman hias, utamanya tanaman tropis,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menjelaskan dengan berbagai pembangunan infrastruktur jalan yang mumpuni oleh pemerintah daerah. Akses mobilitas bisa terjamin dan memberikan kemudahan bagi UMKM maupun calon pembeli.
“Potensi dan dukungan merupakan modal besar untuk bersaing di taraf nasional, bahkan internasional. Di taraf nasional kami ingin agar tanaman hias asal tiga kecamatan ini mengisi taman-taman di proyek pembanguna ibu Kota Nusantara (IKN).
“IKN saya yakin memiliki banyak peluang, untuk kita berkontribusi dengan mengirimkan tanaman-tanaman asal tiga kecamatan ini. Potensi ini harus benar-benar kita konsep dengan baik. Kami juga melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, agar pasar IKN bisa diisi oleh petani tananam hias asal Gresik,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA: Tahanan Polres Gresik Gelar Doa Bersama Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW






