Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ahmad Zubaidi mengingatkan agar dai tidak melakukan kampanye di masjid. Hal ini dilakukan untuk menjaga persatuan umat di tahun politik saat ini.
“Untuk menjaga ukhuwah umat, garda terdepannya adalah para dai dan pengurus masjid, karena pada keduanya lah dakwah dapat disuarakan setiap saat,” kata Zubaidi dalam acara Silaturahmi dan Halaqah Dakwah, Rabu (11/10/2023).
Zubaidi menyebutkan bahwa konten dakwah yang disampaikan oleh para dai dapat mempengaruhi sikap politik masyarakat.
“Kalau konten dakwah yang diterima masyarakat adalah konten dakwah yang santun, adem, ayem, dan mencerahkan, pasti juga perilaku politik masyarakat akan demikian,” sambung Zubaidi.
Dia menyebutkan bahwa kondisi masyarakat yang sedang mengalami polarisasi politik perlu diimbangi dengan pendidikan politik yang mencerdaskan. Zubaidi menekankan perlu adanya pemahaman bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menyebabkan adanya kebencian dan permusuhan.
BACA JUGA: Banyak Baliho Caleg dan Capres di Gresik Dipasang Sembarangan, Bawaslu: Semua Ada Aturannya
“Karena itu, dai dan DKM masjid harus menjadi pelopor dalam mempersatukan umat, jangan terjebak dalam fanatisme politik berlebihan,” tegas Zubaidi.
Dia juga menambahkan bahwa dai perlu memperhatikan konten dalam dakwahnya supaya tidak menyebabkan konflik di masyarakat.
“Dai kalau mau berkampanye silakan saja tapi tempatnya bukan di masjid, dan itupun para dai harus tetap memperhatikan rambu-rambu dakwah, jangan karena hasrat politik lalu melakukan kampanye yang dapat menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zubaidi juga menjelaskan terkait alasan masjid tidak boleh dijadikan tempat untuk kampanye politik.
“Jawabnya tiada lain kalau masjid dijadikan tempat kampanye politik praktis, tentu jamaahnya justru akan terpecah, karena preferensi politik jamaah berbeda-beda yang dengan argumen apapun sulit disatukan, karena mereka punya argumen masing-masing, ” terang Zubaidi.
BACA JUGA: MUI Ajak Umat Islam Baca Doa Qunut dan Shalat Ghaib untuk Palestina
Zubaidi berharap, ukhuwah dapat terjaga dengan baik dan saling menghormati pilihan masing-masing.
“Karena itu untuk menjaga ukhuwah di tahun politik ini, yang terpenting adalah menyadari bahwa pilihan kita pun sifatnya masih ijtihad pribadi dan belum tentu benar. Dengan demikian, kita juga harus menghormati ijtihad orang lain dalam memilih pemimpin yang diyakini akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (nap)






