Surabaya (beritajatim.com) – Menghadapi pelaksanaan Kompetisi Liga 3 yang akan bergulir pada November 2023 mendatang, PSSI Jawa Timur telah mengeluarkan peringatan serius kepada semua klub untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Salah satu hal yang ditekankan adalah larangan terhadap pencurian umur pemain dan pentingnya menjaga kelancaran administrasi.
Sekretaris PSSI Jawa Timur, Djoko Tetuko, menekankan bahwa PSSI saat ini telah mengaktifkan aplikasi SIAP, yang memastikan klub-klub tidak dapat melakukan tindakan curang dalam hal pendaftaran pemain.
“Aplikasi SIAP adalah alat yang sangat serius. Jika terjadi pemalsuan atau pelanggaran lainnya, semuanya akan terungkap, karena proses pendaftaran dimulai dari nomor Kartu Keluarga (KK),” ungkap Djoko, Rabu (11/10/2023).
BACA JUGA:
Arema FC Dijatuhi 2 Poin Sanksi Komdis PSSI, Respon Manajemen Pasrah
Djoko juga menjelaskan bahwa di masa lalu, banyak klub yang mencoba mencuri umur pemain ketika ada kompetisi kelompok umur. Namun, saat ini, tindakan tersebut tidak akan terjadi.
“Semua data yang diinput harus sesuai dengan KK aslinya. Jika ada kesalahan atau upaya sengaja memasukkan tahun kelahiran yang salah, pelanggaran tersebut akan segera terdeteksi karena semuanya terhubung dengan Dispendukcapil,” tambah Djoko.
BACA JUGA:
PSSI Jatim Tak Kirim Tim Sepak Bola di PON Sumatera-Aceh
Seperti yang diungkapkan dalam workshop yang diadakan oleh PSSI Jawa Timur pada 6 Oktober lalu, fokus utama adalah pada pendaftaran usia pemain, yang selalu menjadi masalah utama.
Djoko menjelaskan bahwa seluruh kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI Jawa Timur, termasuk Liga 3 Jawa Timur, Soeratin, dan Pertiwi, akan dimulai pada Desember 2023. Hal ini dilakukan agar perhatian keamanan tidak terganggu, mengingat tahun depan merupakan tahun politik dan pengamanan akan difokuskan pada pemilu,” pungkas Djoko. [way/beq]






