Gresik (beritajatim.com) – Dua SMPN 1 dan SMPN 2 di Kecamatan Sidayu, Gresik, ada wacana Dinas Pendidikan (Dispendik) akan melakukan merger terhadap dua sekolah tersebut. Ini berkaca saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dimana, SMPN 2 Sidayu pagu yang telah disediakan selalu tidak terpenuhi. Pada PPDB 2023, SMPN 2 Sidayu hanya mendapatkan sebanyak 84 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel).
Kondisi ini berbeda dengan SMPN 1 Sidayu dimana pagu selalu terisi penuh. Berdasarkan data Dispendik Gresik, di tahun 2023 menerima sebanyak 211 siswa.
Sekretaris Dispendik Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma membenarkan apabila ada wacana untuk menggabungkan (merger) SMPN 2 dengan SMPN 1 Sidayu. Sebab selain jaraknya yang tidak jauh, minimnya minat juga menjadi pertimbangan.
Baca Juga: Terancam 9 Bulan, Pelaku Pamer Alat Kelamin di Mojokerto Tak Ditahan
“Sebelum dimerger kami lakukan kajian lebih dahulu. Tapi rencana merger dua SMP ini sudah matang. Hal ini untuk memaksimalkan pagu kabupaten,” ujarnya, Senin (9/10/2023).
Ia menambahkan, dengan bergabungnya dua SMP di Sidayu itu. Nantinya Dispendik Gresik bisa menambah sekolah di wilayah yang lebih padat. Seperti di daerah Karangkiring, Dahanrejo, atau di Menganti. Setiap PPDB, para siswa di wilayah tersebut tidak terjangkau sekolah negeri. Namun, apabila dilakukan pembangunan, perlu menyiapkan persyaratan yang panjang.
“Solusinya ada merger SMP di Sidayu, nanti kemudian baru bangun sekolah di wilayah yang membutuhkan,” imbuhnya.
Herawan menyebut, rencana merger ini sudah mendapat persetujuan dari legislatif. Pasalnya, apabila harus menambah sekolah sedangkan masih ada sekolah yang masih kekurangan murid, legislatif tidak memperbolehkan.
Baca Juga: Empat Jalan di Kawasan Kampus Tegalboto Jember Diberlakukan Satu Arah
Seperti diketahui, pada tahun ajaran 2023/2024 ini SMP Sidayu hanya mendapatkan sebanyak 84 murid, ditahun sebelumnya yakni 2022/2023 hanya menerima 64 murid, kemudian di tahun 2021/2022 hanya 63 murid. (dny/ian)






