Lamongan (beritajatim.com) – Masyarakat di Kabupaten Lamongan digemparkan dengan penemuan seorang mayat pria di empang area persawahan, Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada Senin (2/9/2023) hari ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian pada Senin tanggal 2 Oktober 2023, sekira pukul 08.00 WIB. Hanya saja, identitas korban masih belum diketahui secara pasti.
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Anton Krisbiantoro menyampaikan bahwa mayat korban sudah dalam kondisi membusuk saat pertama kali ditemukan di empat Desa Tebluru tersebut.
“Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan sudah membusuk saat pertamakali ditemukan. Mayat itu berjenis kelamin laki-laki,” kata IPDA Anton, Senin (2/9/2023).
Mengenai kronologi penemuannya, Anton menjelaskan, berawal saat saksi bernama Jakrowi (30), yang merupakan warga asal desa setempat hendak menuju ke tegal miliknya. Setibanya saksi di empang pada sekitar pukul 07.00 WIB, dia dikagetkan dengan keberadaan sesosok mayat yang sudah terapung.
Atas adanya penemuan mayat tersebut, saksi kemudian berlari dan memberitahukannya ke warga sekitar. Mereka lalu melaporkannya ke Kepala Desa (Kades) Tebluru dan diteruskan ke Polsek Solokuro.
“Oleh Kades Tebluru Hamtoro Huda kemudian dilaporkan ke Polsek Solokuro, satu jam setelah mayat korban ditemukan,” bebernya.
Baca Juga:
Festival Sego Muduk dan Batik Carnival Sukses Digelar di Lamongan
Lebih lanjut, Anton mengungkapkan bahwa petugas kepolisian yang terduri dari jajaran Polsek Solokuro, Tim Inafis Polres Lamongan, petugas dari Koramil dan Satpol PP serta tim medis dari Puskesmas Solokuro segera menuju ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengevakuasi mayat korban.
“Para petugas gabungan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Petugas mencatat saksi, memintakan VER dan mengamankan sejumlah barang bukti,” paparnya.
Mayat korban yang belum diketahui identitasnya ini memiliki ciri-ciri yakni mengenakan kaos dalam warna merah dan jaket kain kaos warna hitam, serta memakai setelan celana Jins warna biru.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti terkait penyebab kematian korban. “Para petugas masih akan melakukan lidik lebih lanjut dan melaporkan kepada pimpinan,” pungkas Anton.[riq/ted]






