Surabaya (beritajatim.com) – Bacapres Anies Baswedan menghadiri Haul Sayyid Sulaiman di Pondok Nderesmo, Surabaya, Minggu (01/10/2023). Dalam pidatonya, ia menyinggung harga sekolah yang kian mahal saat ini.
“Harga-harga semua mahal. Mau diteruskan atau diubah (pemimpinnya). Sekolah mahal, kesehatan mahal. Utangnya banyak,” ujar Anies Baswedan yang disambut sorak sorai dari para ibu-ibu yang hadir.
Anies menjelaskan bahwa saat ini Indonesia butuh perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu bisa dilakukan dengan amanat dari rakyat agar Anies-Imin memiliki kewenangan.
Ia lalu mencontohkan saat menjadi gubernur Jakarta. Saat itu Alexis adalah tempat yang sering didemo dan diprotes oleh masyarakat Jakarta karena aktivitasnya. Oleh Anies, tempat itu langsung ditutup ketika awal-awal menjabat sebagai Gubernur Jakarta.
“Tempat itu (Alexis) dengan selembar kertas dan satu tanda tangan tempat itu langsung ditutup. Itu namanya kewenangan. Kalau ada kewenangan, kita bisa melakukan perubahan secara leluasa,” imbuh Anies.
Dalam acara haul itu, para kyai juga membuat posko pemenangan Anies-Imin yang bernama Aswaja. Aswaja adalah kependekan dari Anies Wajib Jadi. Dengan peresmian relawan Aswaja ini, Anies optimis akan memenangi Pemilu 2024.
BACA JUGA:
Anies-Muhaimin Kumpulkan Kiai Sepuh se-Jatim di Denanyar Jombang
“Apabila memang nanti ridhonya Allah kami menjadi pemimpin negeri ini. Bila diberikan kewenangan maka pasti akan kami gunakan untuk kemaslahatan umat untuk memberikan keadilan,” tutup Anis.
Usai menyapa warga Ndresmo Dalem, Anies menyempatkan untuk berziarah ke makam Sayyid Ali Asghor Basyaiban ditemani oleh sejumlah kyai. [ang/but]






