Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PMB), Annisa Zhafarina sangat berharap laga Madura United melawan Borneo FC, dapat meluangkan waktu mengheningkan cipta mengenang korban tragedi Kanjuruhan.
Laga antara Laskar Sape Kerrab menjamu Pesut Etam, pada pekan ke-14 Liga 1, dijadwalkan kick off pukul 15:00 WIB di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (1/10/2023).
“1 Oktober biasanya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, akan tetapi pesepakbolaan di Indonesia, mempunyai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. Sehingga laga ini menjadi moment yang patut kita ingat selamanya,” kata Annisa Zhafarina, Sabtu (29/9/2023).
Mengenang korban tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang, yang dinilai sebagai musibah telak bagi persepakbolaan tanah air, sudah seharusnya dihindari dengan cara melaksanakan komitmen bersama mewujudkan sportivitas maupun fair play di dunia olahraga, khususnya cabang sepakbola.
Baca Juga: Madura United Optimistis Amankan Poin dari Borneo FC
“Tragedi besar di sepakbola Indonesia ini menjadi pukulan terbesar untuk kita semua agar lebih berbenah untuk kemajuan sepakbola, dan tidak terulangnya tragedi yang sama,” sambung putri sulung Achsanul Qosasi.
Bahkan hingga saat ini, peristiwa tersebut masih selalu diingatnya sebagai sebuah tragedi yang tidak boleh terulang. “Perih rasanya jika mengingat kejadian itu, banyak nyawa yang hilang sehingga menggores hati kita,” ungkapnya.
“Tak terasa sudah satu tahun tragedi itu berlalu dalam benak kita, mari kita bersama-sama mengenang dan berdoa kepada seluruh korban untuk diberikan tempat yang layak di sisi-Nya, diberikan ketabahan bagi keluarga yang di tinggalkan,” imbuhnya.
Dari itu, laga antara Madura United melawan Borneo juga semestinya meluangkan waktu untuk mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan.
“Besok pertandingan Madura United vs Borneo FC, kami harap meluangkan waktu sejenak untuk mengheningkan cipta bagi para korban Kanjuruhan,” pungkasnya. [pin/ted]






