Yogyakarta (beritajatim.com) – Kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino telah menyebabkan gagal panen di beberapa wilayah, mengakibatkan penurunan pasokan bahan pangan utama, terutama padi. Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan ketersediaan komoditas pangan serta stabilitas harga, Kabupaten Sleman telah mengadakan pasar murah.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman, Suyanto, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pasar murah, pihaknya bekerja sama dengan Bulog DIY. Kerjasama ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan komoditas lainnya.
Situasi El Nino telah mengakibatkan penurunan produksi, dan distribusi bahan pokok ini juga berperan dalam penyerapan produksi di Kabupaten Sleman oleh Perum Bulog.
“Distribusi bahan pokok ini sekaligus sebagai dasar penyerapan produksi di Kabupaten Sleman oleh Perum Bulog,” kata Suyanto.
Kerjasama ini melibatkan berbagai aktivitas, termasuk operasi pasar, pasar murah, dan kegiatan stabilisasi harga lainnya. Selain itu, ada kerjasama dalam pengelolaan pangan dan bahan baku pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir di wilayah Kabupaten Sleman, termasuk penyerapan, pengelolaan stok, dan pendistribusian.
Kegiatan pasar murah ini dijadwalkan berlangsung mulai dari 25 September hingga 6 Oktober 2023. Awalnya, kegiatan ini akan dimulai di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kalasan dan Kecamatan Berbah. Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan melakukan pemantauan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dikelola oleh PT. Tarumartani dan Koperasi Unit Desa (KUD) Ngemplak sebagai antisipasi dampak El Nino.
Fenomena El Nino juga telah berdampak pada kenaikan inflasi tahunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada bulan Agustus 2023, mencapai 4,08 persen year-on-year (yoy). Meskipun tingkat inflasi bulanan DIY pada Agustus 2023 mengalami penurunan sebesar 0,04 persen dari bulan Juli 2023.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman saat ini berfokus pada pemenuhan pasokan komoditas pangan dan penyerapan produksi komoditas pangan di wilayah tersebut melalui kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta. Fenomena El Nino dapat memiliki berbagai dampak termasuk gagal panen, kebakaran hutan dan lahan, dan anomali cuaca, yang semuanya dapat mempengaruhi ketersediaan bahan pangan dan harga.
BACA JUGA:
Kota Yogyakarta Gunakan Teknologi Korea Kelola Sampah
Suyanto menjelaskan bahwa kurangnya stok dan pasokan bahan pokok dapat mengganggu stabilitas harga. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengambil tindakan untuk mengantisipasi dampak dari fenomena El Nino dan menjaga inflasi tetap terkendali.
“Kami Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman berupaya untuk melakukan stabilisasi harga dan pasokan dalam rangka pengendalian inflasi daerah terhadap komoditas pangan strategis,” ujar Suyanto. [aje/but]






