Pasuruan (beritajatim.com) – Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13 Miliar untuk gelaran tuan rumah MTQ XXX Jawa Timur. Anggaran tersebut tersebar ke berbagai perangkat daerah, termasuk Bagian Kesra, Bakesbangpol, RSUD dr. R. Soedarsono, Diskominfotik, Dispendikbud, Disperindag, Disparpora, Dishub, hingga empat kecamatan.
Seperti disebutkan Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp 13.709.876.180 untuk penyelenggaraan MTQ XXX Provinsi Jawa Timur.
Adi menambahkan bahwa penyelenggaraan MTQ diharapkan akan memberikan dampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan penerimaan pajak dari hotel, restoran, dan parkir. Asumsi yang mendasarinya adalah peningkatan okupansi di sejumlah objek tersebut.
Selain itu, Pemkot juga aktif mendorong dan memberikan fasilitas kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berpartisipasi dalam acara MTQ.
“Kami terus mendorong pelaku usaha mikro untuk mempersiapkan produk mereka agar lebih menarik menjelang pelaksanaan MTQ,” kata Adi dalam rapat III yang bertujuan memberikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi.
Hanya saja, pertanyaan bagaimana Pemkot Pasuruan bisa memanfaatkan momen penting ini, terutama dalam konteks pemberdayaan ekonomi, menjadi sorotan. “Seberapa besar dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Pasuruan?” ungkap juru bicara Fraksi PKS, R. Imam Joko Sih Nugroho dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi di Kantor DPRD Kota Pasuruan. (ada/kun)
BACA JUGA: Mobil Dinas Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Dirusak






