Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekitar pukul 16.00 WIB Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mendapat informasi adanya lahan kosong di Jalan Mastoer RT 01 RW 01 Desa Mojodeso Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro terbakar.
Setelah mendapat laporan tersebut, sebanyak lima petugas Damkarmat Bojonegoro kemudian langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Saat tiba di lokasi, api membumbung tinggi disertai kepulan asap putih. Api terus berkobar dan semakin meluas.
Terpaan angin yang kencang ditambah banyaknya ilalang serta semak kering membuat api cepat menjalar. Dari lokasi kebakaran, berjarak sekitar tujuh meter merupakan rumah warga. Beruntung api segera dipadamkan sehingga tidak merambat ke rumah warga.
Baca Juga: Tanamam Tebu Terbakar, Petani di Mojokerto Tewas Terpanggang
Menurut sejumlah warga di lokasi kejadian, api diduga dari aktivitas pembakaran sampah dan daun kering. Kemudian menjalar ke semak dan terus meluas hingga warga tak mampu mengendalikan kobaran. “Api cepat sekali membesar,” ungkap warga yang turut memadamkan api.

Sedikitnya, tidak jauh dari lokasi kebakaran tujuh rumah warga yang sebagian besar terbuat dari tembok kayu terancam turut terbakar jika petugas tidak segera memadamkan api. “Kami selalu mengimbau kepada warga agar menghentikan aktivitas pembakaran sampah,” ujar Kepala Damkarmat Bojonegoro Ahmad Gunawan.
Bahkan, pihaknya mengaku telah berkirim surat ke jajaran instansi lain agar ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah. Terlebih, pada musim kemarau ini, jumlah kejadian kebakaran meningkat signifikan.
Baca Juga: H-1 Pilkades Serentak, Polres Magetan Kerahkan Pasukan Pengamanan
Per 4 September 2023 lalu, jumlah kejadian kebakaran yang ditangani oleh Damkarmat Bojonegoro sebanyak 213 kejadian. Dari ratusan kejadian kebakaran itu, sebagian besar disebabkan dari aktivitas pembakaran, kemudian konsleting listrik, dan dari aktifitas memasak. [lus/ian]






