Banyuwangi (beritajatim.com) – UNESCO atau The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization bakal menetapkan Geopark Ijen menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Penetapan itu berlangsung dalam sebuah kobferensi internasional di Marrakes, Maroko.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani jadi saksi ajang bergengsi yang dihadiri lebih dari 195 geopark dunia dari 48 negara tersebut.
“Kami akan mengikuti langsung proses pengukuhan Ijen Geopark sebagai Unesco Global Geopark. Ini merupakan momen penting untuk mendorong Banyuwangi, baik alamnya, wisatanya maupun budayanya, bisa bersaing di kancah internasional,” ungkap Ipuk
Ipuk menyebut, penetapan ini nantinya akan dapat meningkatkan nilai jual ke pasar pariwista internasional. Artinya, bakal menambah peluang ekonomi yang lebih besar bagi warga Banyuwangi.
“Penetapan Geopark Ijen sebagai Unesco global geopark akan meningkatkan awareness masyarakat internasional sehingga mendorong kunjungan orang ke Banyuwangi. Tentu ini menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,” imbuh Ipuk.
Geopark Ijen merupakan taman bumi yang tak hanya memiliki keunikan bentang alam dan kekayaan budaya, namun juga didukung dengan semangat mewujudkan sustaible tourism (wisata berkelanjutan).
“Anugerah Tuhan yang dilimpahkan ke Banyuwangi dengan bentang alamnya yang indah dan unik serta keragaman budayanya ini, akan terus kami lestarikan. Sembari terus kami kelola dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ipuk.
Baca Juga: Kapal Ikan di Grajagan Banyuwangi Tenggelam, 2 ABK Meninggal
Ipuk mengatakan, wisata berkelanjutan yang menekankan pelestarian alam dan budaya itu menjadi pilihan utamanya.
“Pariwisata yang dapat menjadi mata pencaharian ini, kami jadikan payung untuk menggerakkan masyarakat dalam melakukan konservasi hingga melestarikan budaya,” terangnya.
Ajang internasional tersebut, imbuh Ipuk, juga bakal jadi upaya menjalin kerjasama internasional. Di antaranya dengan melakukan MoU dengan sejumlah pengelola UGG di dunia. Di antaranya adalah UGG Langkawi (Malaysia), UGG Aso (Jepang) dan UGG M’Goun (Maroko).
“Di antaranya akan dilakukan kerjasama dalam pertukaran pengetahuan, riset dan lain sebagainya. Sehingga UGG Ijen nantinya bakal berkembang lebih dahsyat lagi,” imbuh Ipuk.
UGG Ijen, tambah Ipuk, selama ini telah menjadi wahana yang unik. Selain memiliki api biru di kawah Ijen, juga merupakan bagian dari godwana land yang menjadi bagian dari lempeng Australia.
“Faktor-faktor alam ini menjadikan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa di Banyuwangi. Ini layak untuk menjadi laboratorium alami bagi para peneliti,” paparnya. (rin/ted)






