Surabaya (beritajatim.com) Tiga toko di Jalan Kapasari, Kota Surabaya, ambruk saat pengerjaan proyek saluran air, Senin (4/9/2023). Tiga toko onderdil sepeda motor itu hancur.
Puing-puing yang terbuat dari kayu dan tembok menimpa etalase. Produk onderdil sepeda motor bekas dan baru toko itu turut tertimpa material.
Salah satu pemilik toko, Naimah (38) mengatakan bangunan miliknya ambruk sekitar pukul 12 malam. Sebelumnya ia dan suami yang masih di dalam toko merasakan getaran pada tanah.
Ia lantas melihat aktivitas ada alat berat sedang mengerjakan pengerukan tepat di depan toko saya.
“Lumayan lama. Moro-moro (tiba-tiba) langsung ambruk. Kepala saya ketindihan salon (sound). Posisi kamar saya ada seng, jadi kayu besar masuk, patah. (Ukuran kamar saya) lebar dua meter, panjang 2,5 meter,” beber Naimah, Selasa (5/9/2023).
Ia langsung merangkak keluar. Ia merasa beruntung di malam ambruknya toko ia dan suaminya belum tertidur. Ia mengaku hanya mengalami luka benjol di kepala.
“Kesusahan keluar merangkak dari kayu, gak bisa tidur. Toko sebelah kosong,” imbuhnya lagi.
Ia mengaku sudah 15 tahun menempati lokasi di Jalan Kapasari itu. Menurut Naimah, sejumlah warga sudah resah ketika pengerjaan proyek dianggap terlalu mepet. Sebulan lalu pihak proyek memerintahkan agar atap kayu yang maju ke jalan agar dibongkar.
“Kini bersama tujuh anggota keluarga lain, mengungsi sementara di rumah saudara terdekat termasuk membawa barang-barang jualan sampai ketiga tokonya bisa ditempati lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Febri selaku pengawas mengatakan kemungkinan tiga toko itu ambruk karena getaran alat berat. Karena di bawah bangunan tidak ada pondasi. Ia membantah jika alat berat menyenggol bangunan.
BACA JUGA:
Didatangi Armuji, Diselesaikan Kapolrestabes Surabaya
“Saya di lokasi tadi malam. Nggak ada nyentuh bego (alat berat) ke bangunan atau atap. Mungkin (ambruk karena) kena getarannya. Karena bawah bangunan nggak ada pondasi, cuma bata langsung. Pengerjaan mulai depan rumah yang belum ditutup (box culvert),” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani mengaku baru menerima laporan pagi tadi. Pihak BPBD akan membantu melakukan pembersihan. Sementara waktu, sekitar lokasi akan ditutup oleh petugas.
“Nanti setelah listrik padam, kemudian dari DSDABM mediasinya seperti apa, kita akan pembersihan. Baru pemilik toko bisa ambil barang-barang, kita bantu,” tandasnya. [ang/beq]






