Lamongan (beritajatim.com) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lamongan bekerjasama dengan berbagai instansi menggelar Workshop PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan.
Workshop tersebut digelar untuk menyatukan visi dalam rangka mewujudkan hak anak melalui Gerai Si Dilan (Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan).
Melalui Workshop ini, TP PKK seolah mau menunjukkan bahwa kemampuan yang dibangun pada anak PAUD tak hanya terfokus kepada Calistung (Membaca Menulis Berhitung) saja.
Lebih dari itu, keberhasilan belajar yang harus diperhatikan adalah semua kemampuan pondasi anak yang bukan hanya pada sisi kognitif, namun juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, hingga hak untuk dihargainya keberagaman yang dimiliki.
Ketua TP PKK Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi mengatakan bahwa transisi anak pada setiap jenjangnya merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian orang tua dan guru.
Menurut Anis, transisi anak itu merupakan suatu proses berkesinambungan dan harus dilaksanakan secara selaras dan membutuhkan pengertian dari semua pihak.
Praktiknya di lapangan, sering ditemukan perbedaan strategi pembelajaran dengan tuntutan anak harus dapat Calistung, akibatnya banyak konsekuensi pembelajaran yang dilakukan secara drilling (penyampaian materi berulang), yang dianggap kurang sesuai dengan cara belajar anak usia dini.
“Calistung boleh diajarkan pada anak usia dini dengan catatan harus dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini, dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan perkembangan anak,” kata Anis selaku Bunda PAUD, Selasa (29/8/2023).
“Mari kita bersama menghilangkan miskonsepsi tentang fokus anak harus pada Calistung. Miskonsepsi ini dapat menghambat anak untuk mendapatkan haknya untuk dihargai keberagamannya serta titik berangkatnya yang berbeda-beda,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Anis mengucapkan rasa terimakasihnya atas terbentuknya Forum Komunikasi PAUD hingga ke tingkat kecamatan. Hal tersebut menjadi bukti akan keseriusan Lamongan dalam menciptakan transisi PAUD yang menyenangkan.
Oleh sebab itu, Anis berharap, workshop ini mampu mengubah cara pandang dan paham masyarakat, serta menyadari akan betapa pentingnya memperhatikan hak anak PAUD.
“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan atas terbentuknya Forum Komunikasi PAUD SD sampai ke tingkat kecamatan, di mana se-Indonesia hanya Kabupaten Lamongan yang memiliki Forum Komunikasi PAUD SD sampai ke tingkat kecamatan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan workshop ini adalah untuk memberikan penguatan kepada semua pihak tentang pentingnya menciptakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.
“ini untuk memberikan penguatan kepada semua pihak tentang pentingnya transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, menambah wawasan, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan,” tutur Munif.
Munif juga melaporkan, workshop ini diikuti sebanyak 300 orang peserta yang terdiri dari Bunda PAUD mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, perwakilan Guru TK SD, pengurus forum Komunikasi PAUD SD se- Kabupaten, Bunda PAUD, serta Pokja Bunda PAUD TP PKK Kabupaten Lamongan.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat. Mudah-mudahan kehadiran Ibu Anastasia, Praktisi PAUD Jari Kecil Child Care Center Depok Jakarta sebagai narasumber mampu memberikan pencerahan bagi kita semua,” tutupnya.[riq/kun]
BACA JUGA: Relawan Persatuan Nasional Prabu Pendukung Prabowo Bergaung di Lamongan






