Mojokerto (beritajatim.com) – Sekelompok pelajar melakukan aksi pelemparan batu ke gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto. Akibatnya kaca dua kelas sekolah di Jalan Cinde Baru VIII, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pecah.
Tak hanya mengenai kaca dua ruang kelas F (XI 4) dan F (IX 5) saja, akibat lemparan batu tersebut satu siswa terluka. Saat kejadian, Aizziatussofia (16) berada di dalam ruang kelas bersama ketiga temannya. Satu batu mengenai bahu sebelah kiri siswi kelas F (XI 4) tersebut.
Beruntung tak banyak siswa yang terluka menyusul kejadian saat jam istirahat berlangsung. Para siswa-siswi juga melaksanakan sholah Dhuhur, sementara keempat siswi kelas F (XI 4) sedang berhalangan sehingga keempatnya tinggal di dalam kelas.
“Kami di dalam kelas, tidur-tidur. Pertama itu, terdengar suara motor dari arah utara. Teman saya, saya suruh liat dari cendela. Yang pertama hanya mbleyer-mbleyer tapi tidak pakai lempar batu. Kemudian sekitar 6 menit, balik lagi dari arah sebaliknya,” ungkap AS (16).
Sekelompok pelajar yang menggunakan kendaraan roda dua ini kemudian mengeber sepeda motor sembari melempar batu ke arah gedung sekolah. Akibat lembaran batu tersebut mengenai kaca dua ruang kelas yakni dua kaca cendela kelas F (XI 4) di lantai II dan satu kaca kelas F (XI 5).
“Empat kali lemparan, lemparan keempat itu kaca pecah. Saya minta teman-temen lari ke luar kelas, saya yang kena batu di bahu sebelah kiri. Hanya luka memar saja. Banyak pakai motor, yang pertama dari utara hanya mbleyer, yang kedua dari selatan mbleyer sambil lempar batu,” katanya.
Sementara itu, Kepala MAN Kota Mojokerto, Abdul Salam mengaku tidak tahu persis kejadiannya lantaran ia saat tugas luar. “Saya balik tahu-tahu banyak bapak ibu guru di luar, ada anggota Polsek juga di depan pagar. Setelah saya tanyakam katanya ada rombongan anak berseragam sekolah mbleyer-mbleyer sambil lempar batu,” ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu asal sekolah sekelompok pelajar tersebut. Namun dari hasil pengamatan pihaknya ada kaca cendela di dua ruang kelas yang pecah lantaran lemparan batu tersebut. Beruntung tidak banyak siswa di dalam kelas lantaran saat kejadian jam istirahat.
“Kejadiannya sekira pukul 12.30 WIB, jam istirahat dan banyak siswa yang sholat Dhuhur. Kita sudah melapor ke pohak kepolisian, polisi juga sudah turun. Kita juga sudah mengumpulkan para siswa laki-laki untuk mencari duduk permasalahan namun sampai saat ini kita belum tahu masalahnya apa,” jelasnya.
Baca juga: Pencurian Kotak Amal di Mojokerto Diduga Dilakukan oleh Sindikat
Pihaknya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap dari sekolah mana yang melakukan penyerangan dan bisa menjembatani dengan melakukan mediasi. Harapannya kejadian serupa tidak terulang lagi menyusul kejadian tersebut bukan kali pertama, dua minggu sebelumnya juga aksi yang sama terjadi namun tidak ada pelemparan.
“Harapnya jika tahu sekolah mana yang ke sini, sama-sama mediasi karena kita tidak tahu mana yang salah. Mediasi yang ditanggani polisi ini diharapkan agar tidak terjadi kejadian lagi. Jika siswa kita yang berbuat tidak baik, kita akan membina. Begitu juga sekolah lain, kalau anak didinya yang salah bisa dibina,” harapnya. [tin/ted]






