Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini berbusana adat Minahasa. Busana itu dikenakan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (17/8/2023).
“Saya mengenakan baju adat Minahasa karena cinta terhadap tanah air kita dan cinta terhadap saudara-saudara saya di Minahasa,” kata Hendy, usai upacara.
“Saya dan istri bangga mengenakan busana ini. Saya orang Jawa-Madura memakai baju adat Minahasa bagian dari upaya menunjukkan bahwa inilah Indonesia. Kita saling mencintai, saling menghormati, dan kita harus bersama-sama,” kata Hendy.
Sementara itu Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dan istrinya Ervita Afdilah Sari mengenakan pakaian adat kombinasi Jawa Timur dan Bali. Dengan pakaian itu Firjaun ingin menegaskan persatuan Indonesia dalam perbedaan.
“Kita sebagai generasi penerus bangsa harus menyatukan jiwa dan hati untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan yang telah diraih oleh leluhur-leluhur bangsa dengan pembangunan lahir batin,” kata Firjaun.

Menurut Hendy, Indonesia merdeka karena keragaman dalam kebersamaan. “NKRI harga mati. Ini wujud konkret mencintai tanah air,” katanya.
Hendy juga menegaskan perlunya mencintai dan mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu. “Menghormati pendahulu sama saja menghormati orangtua kita. Menghormati pendahulu adalah menatap ke depan dengan tetap berpegangan pada perjuangan mereka,” katanya.
Hendy percaya, jika budaya tradisional dan penghormatan terhadap pendahulu dipertahankan, Indonesia akan menguasai dunia. “Karena dari budaya itulah, kita bergerak ke depan menyejahterakan negeri ini,” katanya.
BACA JUGA:
Harga Cabai dan Beras Mulai Naik, Pemkab Jember Waspadai Inflasi Akibat El Nino
“Usia 78 tahun kemerdekaan kita cukup panjang. Saya dan birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember harus bisa memaknainya dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kinerja kami,” kata Hendy.
“Sebagai abdi masyarakat tentunya pelayanan harus ditingkatkan supaya masyarakat betul-betul terayomi dan terfasilitasi,” jelas Hendy. [wir/but]






