Gresik (beritajatim.com) – Puluhan emak-emak muda di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Gresik, berkampanye menjaga kelestarian Sungai Brantas. Kebersihan dari sampah plastik dan popok bayi.
Kampanye itu dilakukan karena keberadaan sungai saat ini beralih fungsi menjadi bangunan tempat pembuangan limbah industri.
Berawal dari itu, komunitas emak-emak Wadulink (Wanita Peduli Lingkungan) melakukan penyuluhan pentingnya menjaga Sungai Brantas tetap lestari.
Wadulink mempromosikan popok kain clodi sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan popok sekali pakai (Pospak). Selain itu, memperkenalkan pangan sehat bebas pembungkus plastik sekali pakai.
Kordinator Wadulink Nur Hamidah menuturkan, sungai perlu dijaga supaya kita bisa dapatkan manfaatnya.
“Sungai itu sumber kehidupan sehingga patut kita jaga, jangan dibuangi sampah dan popok karena nanti akan rugi sungainya jadi jelek. Sekaligus ini moment bagus bulan Agustus jadi sekalian ingin memerdekakan sungai,” tuturnya, Senin (14/08/2023).
Bunda Nur sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya dan komunitas Wadulink sedang berjuang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya selalu mengingatkan orang-orang terdekat supaya bisa mengurangi bungkus plastik sekali pakai, jika terlalu banyak maka akan mengotori lingkungan menjadi mikroplastik dan itu berbahaya,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Anakan Sungai Brantas di Blitar Tercemar Limbah Rumah Tangga
Sementara itu, Sri salah satu ibu muda yang mengikuti kampanye ini penyuluhan mengatakan bahwa acara ini membuka pengetahuan ibu-ibu.
“Saya baru tau jika ada alternatif popok kain untuk mengurangi penggunaan popok sekali pakai untuk sii kecil,” katanya.
Pada kegiatan kampanye itu, Wadulink menyelamatkan puluhan kilo sampah popok sekali pakai dalam waktu 7 hari di Desa Sumengko. [dny/but]






