Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau tahun ini berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman tembakau di Desa Tatung Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Curah hujan yang cukup rendah membuat peningkatan kualitas hasil panen dari tumbuhan tembakau. Alhasil, potensi hasil panen tembakau tahun 2023 ini, diperkirakan lebih melimpah dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah, musim kemarau tahun ini berdampak positif bagi para petani tembakau di Desa Tatung,” kata Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, Jumat (4/8/2023).
Rudi menceritakan bahwa saat ini, di Desa Tatung ada 75 hektare lahan pertanian difokuskan untuk tanaman tembakau. Apabila cuaca stabil, luasan lahan itu, potensi hasil panennya bisa mencapai 200 ton. Harganya tahun ini pun juga bervariatif dan cukup tinggi.
Untuk harga daun tembakau yang bagian bawah, harganya dikisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sementara untuk daun tembakau bagian atas, harganya lebih tinggi. Yakni mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
BACA JUGA:
Peluang Tenaga Honorer Jadi ASN, BKPSDM Ponorogo Usulkan Ratusan Formasi PPPK
“Harganya cukup tinggi, daun tembakau yang bagian atas tahun ini bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Tahun lalu harganya hanya sampai Rp30 ribu per kilogram,” katanya.
Pemasarannya pun petani di Desa Tatung tidak susah jual sana, jual sini. Sebab, para petani di Desa Tatung sudah bekerjasama dengan perusahaan rokok Sampoerna.
“Di Ponorogo sudah ada gudangnya, warga tinggal menjualnya di gudang Sampoerna itu,” katanya.
BACA JUGA:
Polres Ponorogo Droping Air Bersih ke 17 KK di Tengah-tengah Hutan Kayu Putih
Hal senada juga diungkapkan Sarengat, salah satu petani tembakau Desa Tatung. Petani berumur 54 tahun itu mengungkapkan bahwa kualitas tembakau tahun ini, lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu curah hujan tinggi, menyebabkan banyak tanaman tembakau gagal panen.
“Alhamdulillah tahun ini hasil panennya bagus. Lahan seluas seperempat hektare, hasil panennya mampu menghasilkan 32 kwintal,” pungkas Sarengat. [end/beq]






