Banyuwangi (beritajatim.com) – Baru-baru ini perwakilan pemerintah pusat bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meluncurkan program Pancasila dalam Tindakan dalam bentuk gotong royong tangani stunting di Banyuwangi. Daerah di ujung timur Pulau Jawa itu menjadi tuan rumah bukan tanpa alasan.
Selain jumlah stunting menurun, pengendalian dan penanganannya juga cukup baik. Sehingga tak salah jika Banyuwangi menjadi lokasi peluncuran program tersebut.
Secara terbuka, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah acara peluncuran itu. Ipuk mengatakan, hal itu menjadi penyemangat untuk menuntaskan persoalan stunting di Banyuwangi.
“Pada 2022, stunting di Banyuwangi mencapai 2.704 kasus. Ini semua terinci by name by addres. Dengan berbagai penetrasi, alhamdulillah, hingga Mei 2023 ini, sudah turun 152 kasus, sehingga tersisa 2.552 kasus,” papar Ipuk.
Baca Juga: Universitas Jember Perkenalkan Puding Kelor untuk Mencegah Stunting
Sejauh ini, kata Ipuk, Banyuwangi telah melibatkan semua sektor untuk mengentas permasalahan tumbuh kembang anak itu. Di antaranya dengan memberikan makanan tambahan bergizi melalui para pedagang sayur keliling.
“Dengan cara ini, ada multiplier effect yang ditimbulkan. Selain penangan stunting yang efektif dan tepat sasaran, juga memberikan penambahan penghasilan bagi para pedagang sayur tersebut,” pungkasnya. (rin/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”stunting”]






