Surabaya (beritajatim.com) – BPSDMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan) berkomitmen menghapus tindakan kekerasan atau zero violence di lingkungan kampus di bawah naungan Kementerian Perhubungan.
Upaya ini terus disosialisasikan kepada para taruna/taruni dan civitas akademika yang berada di kampus atau sekolah tinggi perhubungan (darat, laut, udara) se-Indonesia.
Seperti di Kampus Poltekbang Surabaya, Kepala BPSDMP Djoko Sasono mengumpulkan manajemen dan taruna/taruni dari beberapa kampus. Mulai dari Poltekbang Surabaya, Poltekpel Surabaya dan Poltekpel Malahayati Aceh.
Di situ, Djoko mengingatkan pentingnya kasih sayang yang didapatkan setiap individu sejak kecil hingga tumbuh dewasa seperti saat ini. Terutama kasih sayang dari masing-masing keluarga. “Kalian masuk di sini, dengan menjadi taruna/taruni kan modalnya rasa percaya yang diberikan oleh orang tua. Maka hargai kepercayaan mereka. Kekerasan tidak boleh lagi ada di kampus-kampus BPSDM Perhubungan,” ujar Djoko, Senin (31/7/2023).
Tindakan kekerasan tidak ada manfaatnya. Terlebih dilakukan di lingkungan kampus. Menurut Djoko, kekerasan adalah sesuatu yang tidak beradab. Adanya sebuah peraturan juga untuk menjadikan diri lebih baik. “Kekerasan justru melahirkan kebencian, dendam dan segala macam hal buruk. Maka, stop kekerasan, budayakan zero violence. Dengan rasa kasih sayang kita wujudkan prestasi,” pesan dia.
Sementara itu, Direktur Poltekbang Surabaya Agus Pramuka mengapresiasi upaya gencarnya sosialisasi dan komitmen dari Kepala BPSDMP Djoko Sasono untuk menciptakan zero violence di lingkungan kampus/sekolah tinggi perhubungan.
“Kami manajemen, pengasuh, terus mengingatkan taruna/taruni agar bersikap dewasa dan menghindari cara-cara kekerasan. Kampus kita bukan militer, kita menegakkan disiplin tapi tidak memakai cara-cara kekerasan. Insya Allah kami siap mewujudkan zero violence,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, dilakukan juga penandatanganan Komitmen Bersama Pendidikan dan Pengasuhan Menyatakan Terus Menjaga Kampus Humanis yang Menerapkan Stop Kekerasan.
Penandatanganan komitmen itu dilakukan Civitas Akademika dari Poltekpel Surabaya. Mulai dari Direktur Poltekpel Surabaya, perwakilan dosen, perwakilan pegawai, perwakilan pengasuh dan perwakilan taruna. [ipl/kun]
BACA JUGA:
Di Poltekbang Surabaya, Sesban BPSDM Perhubungan Beber Soal Kehidupan Era VUCA






