Malang (beritajatim.com) – Ramai di media sosial soal ratusan calon mahasiswa baru (camaba) yang diterima Universitas Brawijaya Malang dikabarkan mengundurkan diri. Informasi Camaba mengundurkan diri dikabarkan oleh akun media sosial di Twitter.
Salah satu cuitan yang ramai misalnya melalui akun Twitter @sbmptnfess. Namun, tidak jelas akun tersebut menyampaikan alasan camaba UB mundur setelah diterima jalur SNBP dan SNBT.
Kabar tersebut kemudian direspons oleh pihak UB Malang melalui Kotok Guritno selaku Kasubbag Humas UB. Pihaknya membenarkan memang dari sebagian calon yang diterima mengundurkan diri.
Total ada sekitar 513 camaba dari dua jalur yang mengundurkan diri, yaitu 83 orang dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) sebanyak 430 orang.
“Kebanyakan, alasan mereka mundur karena memilih bergabung di institusi pendidikan lain. Atau mungkin lolos seleksi di perguruan tinggi kedinasan. Atau tidak mau diterima di pilihan kedua,” ujar Kotok melalui WhatsApp, Rabu (26/7/2023).
Dengan begitu camaba yang tidak melakukan daftar ulang akan dianggap mundur sesuai kebijakan UB. Namun, pihaknya memastikan untuk sekolah camaba yang mengundurkan diri tidak akan ada blacklist.
BACA JUGA:
Lulusan Terbaik Universitas Brawijaya: Pendidikan di Atas Segalanya
“Tidak ada blacklist di UB. Fenomena seperti ini sebenarnya sudah umum terjadi setiap tahun. Nantinya kuota yang ada akan dialihkan untuk pendaftaran jalur selanjutnya atau jalur mandiri,” lanjut Kotok.
Jalur mandiri, kata Kotok, sudah menjadi jalur terakhir. “Sebelum itu, pasti sudah sering begitu, tidak daftar ulang yang kemudian dianggap mundur,” ungkapnya. [dan/but]






