Banyuwangi (beritajatim.com) – Akademisi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unesa (Universitas Negeri Surabaya) memberikan pelatihan pada 20 guru SDN Wringinpitu 4, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (22/7/2023).
Pelatihan itu yakni Retorika dengan strategi podcast. Unesa menganalisis jika sejumlah guru SD kadang kesulitan untuk memahami apa yang disampaikan guru dengan penjelasan biasa. Namun, dengan metode podcast maka materi akan lebih mudah diserap oleh siswa. Karena, dengan metode podcast, pembelajaran jadi lebih santai.
Salah satu anggota tim pelatihan tersebut yakni Ika Rahmawati mengatakan jika guru di SD tersebut maish mengalami kesulitan untuk menyampaikan materi pada siswa. “Masih ada yang kurang dalam seni berbicara retorika. Dan kami berikan pelatihan ini. Sekaligus, metode podcast untuk menyampaikan materi pada siswa SD,” kata Ika.
BACA JUGA:
Unesa Latih Guru MINU KH Mukmin Sidoarjo Rancang Pembelajaran Dengan Integrasi Literasi dan Numerasi
Tak sendiri, Ika ditemani tiga orang lainnya yakni Hendrik Pandu Paksi, Farida Istianah, dan Ricky Setiawan. Keempat akademisi Unesa itu menuampaikan materi mereka pada psra guru juga dengan metode podcast.
“Setelah kami memberi teori, kami juga mempraktikkannya ya. Kami berikan contoh. Para peserta juga kami undang untuk praktek langsung. Sehingga, kami bisa memastikan apa yang kami sampaikan itu juga dipahami oleh para guru,” katanya.
Diketahui, manfaat pembelajaran dengan strategi podcast yakni peserta didik dapat menggunakan konten sebagai bahan belajar mandiri persiapan ujian, dapat peserta didik dapatmenentukan kecepatan belajar mereka secara indvidu. Siswa dapat mengakses konten kapan saja dan di mana saja tanpa ada batasan waktu.
Pun, guru harus melakukan riset sederhana terkait topik yang akan dibahas dan mengetahui informasi yang mendasar bahkan yang rumit dari topik tersebut. Kemudian, membuat naskah sebagai cadangan pembicara agar yang dibicarakan nanti sesuai dengan topik yang dibahas. Serta guru juga mempunyai kepercayaan diri serta inovasi dalam menyampaikan informasi tersebut agar penyampaiannya jelas. [fiq/suf]






