Jakarta (beritajatim.com) – Partai NasDem menyebut Khofifah Indar Parawansa menyatakan tidak mau menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk calon presiden Anies Baswedan.
NasDem mengklaim sempat menawarkan posisi cawapres kepada politisi wanita yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur tersebut.
“Intinya kami simpulkan dia (Khofifah) gak mau, atau belum mau,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Effendy Choirie atau Gus Choi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (22/7/2023).
Tetapi, Gus Choi menyatakan Khofifah tidak memberikan alasan yang jelas di balik penolakan tersebut. Hanya menyatakan penolakan.
“Apakah dia tidak suka Anies, atau suka Anies, tapi takut kalah, atau takut sama Presiden, atau takut sama KPK? Wallahu a’lam bis shawab,” kata dia.
BACA JUGA:
Ketua NasDem Jatim: Tak Ada Pengerahan Massa pada Apel Siaga Partai 16 Juli
Selanjutnya, Gus Choi mengungkapkan NasDem sejak awal memilih Khofifah sebagai cawapres. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar atas pilihan tersebut.
“Mengapa sejak awal milih cawapres Khofifah karena dia punya keunggulan: Gubernur Jatim, NU, perempuan,” terang dia.
Nama Khofifah memang kerap muncul dalam sejumlah survei elektabilitas. Khofifah bahkan menduduki peringkat cukup tinggi untuk posisi cawapres.
BACA JUGA:
NasDem Jatim Gelar Bimtek Hukum Acara PHPU, Apa Tujuannya?
Melihat rekam jejak Khofifah di dunia politik, dia tidak bisa dianggap remeh. Khofifah pernah menduduki sejumlah jabatan pemerintahan, di antaranya anggota DPR, Wakil Ketua DPR, Menteri Pemberdayaan Perempuan, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana, Menteri Sosial, hingga Gubernur Jatim.
Dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU selama 4 periode. [hen/beq]






