Gresik (beritajatim.com) – Tugu Manyar yang sudah puluhan tahun berdiri turut terdampak pelebaran jalan. Tugu penanda Desa Manyar Sidomukti itu dipindah sedikit ke tengah. Nantinya, tugu dikembalikan fungsinya sebagai penanda.
Balai Besar Proyek Jalan Nasional (BBPJN) telah merilis gambar desain untuk konstruksi jalan nasional tersebut. Nantinya, jalan yang semula hanya memiliki dua lajur diperlebar menjadi empat lajur. Dua lajur mengarah ke Gresik Kota dan dua lanjur mengarah ke Bungah.
Jika sudah selesai, Jalan Manyar juga dibangun taman kecil di trotoar. Tugu akan dipindah ke taman.
Prosesnya tidak langsung dipindah begitu saja. Para tokoh setempat melakukan doa bersama sebelum memindahkan tugu tersebut.
Camat Manyar Zainul Arifin menuturkan, sebelum dipindah memang dilakukan doa bersama lebih dulu. Pemindahan dilakukan mulai hari ini.
“Sebelum dipindah, tugu itu harus digali dulu supaya tidak terjadi kerusakan. Kami tidak membuat tugu baru namun tugu itu dipindah,” tuturnya, Senin (10/7/2023).
Saat prosesi doa bersama pemindahan tugu kemarin, sejumlah tokoh agama hadir dan memimpin doa bersama. Diantaranya KH Azhar Shoheh, KH Hamam Zahid, KH Khoirul Atho’, KH Zainur Rosyid, KH Suhaili Idris dan sebagainya.
Zainul menambahkan, untuk lokasi tugunya pun masih tetap berada di simpang empat Manyar Komplek itu. Hanya saja lokasinya bergeser ke tengah jalan.
“Keberadaan tugu itu sebagai penanda bahwa disitu lokasi Manyar Komplek,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kebakaran Landa Pabrik PT Kasih Prima di Gresik
Seperti diberitakan, pelebaran Jalan Manyar Gresik itu sebelumnya menjadi titik yang cukup ramai lalu lalang masyarakat setempat. Jika sebelumnya masyarakat langsung menyebrang dari perimpangan itu, nantinya harus mengarah ke utara dulu atau ke selatan.
Selain itu, saat sosialisasi pelebaran jalan tersebut, masyarakat setempat juga meminta agar diberikan akses jalan apabila ada pemakaman. Sebab, lokasi makam yang harus menyebrang jalan nasional itu tidak memungkinkan harus mutar di lokasi putar balik. [dny/but]






