Lamongan (beritajatim.com) – Pemain Persela Lamongan terus berlatih dengan keras jelang Liga 2 musim 2023-2024 digulirkan. Untuk menunjang program latihan tersebut, pihak pelatih menggelar tes indoor dan outdoor bagi para pemain.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Pelatih Fisik Persela, Budi Kurnia. Dia menyebut, tes yang terbagi dalam dua bagian, yakni indoor dan outdoor itu untuk mengetahui sejauh mana kondisi setiap pemainnya dalam menyambut Liga 2 musim 2023-2024.
Secara rinci, tutur Budi, tes indoor difokuskan untuk mengetahui kondisi otot pemain, khususnya otot tubuh bagian bawah yang meliputi otot paha belakang, samping dan depan, serta Gastrocnemius atau otot betis.
Selain itu, sambung Budi, tes indoor tersebut juga untuk mengukur perbandingan kekuatan antara otot kaki kanan dan kiri, sehingga diketahui otot mana yang lebih dominan.
“Tes ini sangat penting, karena untuk mengetahui kondisi otot-otot pemain dan lower body lainnya. Kemudian di program latihan nanti juga bisa lebih spesifik, mana otot yang lebih membutuhkan latihan tambahan,” kata Budi, Sabtu (8/7/2023).
Beda halnya dengan tes indoor, Budi menjelaskan jika tes outdoor lebih difokuskan untuk mengetahui tingkat performa para pemain, mulai dari ketahanan fisik atau endurance, kelincahan serta kecepatan.
“Untuk endurance kita pakai beep test, kemudian ada Z test buat kelincahan, dan yang ketiga ada speed 20 meter untuk mengukur kecepatan setiap pemain,” terangnya.
Baca Juga: Persela Lamongan Gelar Latihan Perdana di Stadion Surajaya, Suporter Antusias
Ditegaskan oleh Budi, tes indoor maupun outdoor ini dijalani oleh seluruh pemain Persela, tak ada tebang pilih antara pemain satu dengan yang lain. Bahkan, tes ini juga diikuti oleh 12 pemain baru yang dinyatakan lolos dari proses seleksi.
Adapun ke-12 pemain itu terdiri dari 2 pemain asal Lamongan dan 10 dari luar Lamongan. Nasib mereka akan ditentukam usai Persela menjalani game internal lanjutan.
Rencananya, pemain yang terpilih akan diajak untuk mengikuti training camp (TC) yang akan digelar Persela di Yogyakarta selama sekitar 10 hari.[riq/ted]






